Sukses

Menyulap Kain Putih Jadi Batik Pakai Teknik Shibori dalam 10 Menit

Liputan6.com, Jakarta - Mengerjakan batik tulis biasanya manual menggunakan canting dan malam panas. Membatik ini sebagai bentuk untuk melestarikan penilanggalan leluhur. Untuk memudahkan membuat batik ternyata ada sejumlah caranya, salah satunya teknik Shibori.

Saat ini, ada teknik Shibori yang membuat batik lebih mudah untuk menggerjakannya karena pembatik tidak perlu mencanting dan sebagainya.

Namun, dengan teknik shibori, membatik lebih mudah dalam pengerjaannya. Karena tidak perlu mencanting dan sebagainya. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya.

“Ini adalah pengenjatawahan hasil kuliah di kelas. Mereka tak berkutat di kelas tetapi harus berani keluar. Enterpreneur itu harus keluar, kreativitasnya, inovasinya. Dosen juga memberikan contoh,” ujar Dekan FKIP Unusa, Thamrin Hidayat, seperti dikutip dari tayangan Fokus, Senin (27/1/2020).

Untuk membuat batik Shibori ini antara lain di antaranya kain putih batik, atau biasa disebut primisima, pewarna batik, karet gelang atau tali rapia untuk pengikat, kelereng atau batu kecil untuk pola, serta air secukupnya.

Pengerjaannya, kain putih yang akan dibatik dililit atau melipat kain dengan benang. Lalu mencelupkan pada zat pewarna hingga membentuk pola. Bergantung pada teknik melipat, sehingga pola yang dibentuk bervariatif. Dengan teknik melipat kain yang benar, pola batik shibori bisa dapat berbentuk seni lukis yang menarik.

Dalam proses pembuatannya, tidak memerlukan waktu lama, bahkan hanya 10 menit, batik yang diinginkan bisa didapat dan dipakai ke acara formal maupun informal.

Workshop pembuatan kain batik shibori ini merupakan bagian dari materi ujian akhir mahasiswa. Diharapkan melalui workshop ini, mahasiswa mampu berinovasi dan bisa membuka peluang usaha batik.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Tol Surabaya-Gempol, Jalan Tol Pertama yang Beroperasi di Jawa Timur
Artikel Selanjutnya
Kaya Manfaat, Ini Mitos hingga Fakta soal Tanaman Kelor