Sukses

VIDEO: Warga Desa Karangpatihan Nabung Air Hujan untuk Musim Kemarau

Liputan6.com, Jakarta - Seringnya mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau, sebagian warga di Ponorogo, Jawa Timur, membuat inovasi gerakan menabung air, saat tiba musim hujan seperti saat ini. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan teknik biopori, atau menanam pipa berpori, agar air hujan terserap ke tanah.

Gerakan menabung air ini, dilakukan warga Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Mereka menerapkan teknik biopori, yakni membuat resapan air hujan melalui pipa paralon, yang sisinya diberi lubang, lalu dipendam ke tanah. 

Teknik biopori ini, terbilang cukup mudah. Selain bahan bakunya mudah didapat, prosesnya pun sederhana. Sebelum dipendam, pipa paralon diberi sampah organik, tujuannya agar cacing, semut, rayap, dan sebagainya, bisa muncul. Dengan munculnya biota alami tersebut, diharapkan terbentuk lubang-lubang kecil di tanah, sehingga bisa menjadi saluran resapan air.

Kegiatan menabung air ini, akan dilakukan secara bertahap. Rencananya akan dilakukan dengan target 30 ribu biopori. Selain mudah dan murah, teknik biopori ini dinilai cukup efektif untuk menyimpan air dalam tanah.

Banyaknya air yang tersimpan dalam tanah, diharapkan bisa membuat sumber air tanah tetap terjaga, terutama saat musim kemarau tiba. Menurut Kepala Desa, gerakan menabung air ini dilakukan lantaran setiap musim kemarau, desa ini selalu mengalami kekeringan.

Diharapkan kegiatan ini bisa ditiru oleh warga lainnya, sehingga sumber mata air di kawasan Ponorogo, tetap bisa terjaga. Tak hanya itu, dengan semakin banyaknya biopori yang ditanam dalam tanah, diharapkan bisa menyerap air hujan, dan meminimalisir banjir.

 Mari simak videonya pada Liputan6, 24 Januari 2020