Sukses

VIDEO: Khofifah Minta Rektor Unesa Pantau Mahasiswanya di Wuhan dalam Kondisi Aman

Liputan6.com, Jakarta - Setelah merebaknya virus corona di Wuhan, China membuat 12 mahasiswa UNESA asal Surabaya, Jawa Timur, saat ini terisolasi di Wuhan, China.

Pihak orangtua salah satu mahasiswa berharap supaya pemerintah dalam hal ini KBRI untuk cepat mengevakuasi ke tempat yang lebih aman. Diketahui sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya atau UNESA tersebut sedang menjalankan program belajar di China melalui beasiswa.

Ditemui di rumahnya di Desa Tanggul Wetan, Wonoayu, Sidoarjo, Trisuto, salah satu orangtua, mahasiswa UNESA mengaku masih cemas memikirkan keadaan putri sulungnya Aprilia Mahardini yang sedang menjalani studi di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan.

Ia meminta pemerintah, dalam hal ini KBRI untuk cepat mengevakuasi ke tempat yang lebih aman, bebas dari virus corona. Namun, anaknya Aprilia, terakhir sudah mengirim pesan singkat. Intinya ia bersama 11 temannya masih dalam kondisi baik dan ditempatkan di dalam asrama kampus.

Untuk kebutuhan makan dan tindakan medis, 12 mahasiswa UNESA sudah mendapat bantuan dari pemerintah dan pihak KBRI. Mereka selalu dalam pengawasan tim kesehatan, yang selalu memeriksa kesehatan secara berkala. 

Akibat adanya wabah virus corona di China, hingga Minggu sore, 12 mahasiswa UNESA masih dalam kondisi aman di dalam ruangan asrama di Wuhan, China.

Para mahasiswa tersebut terdiri dari 9 mahasiswa S1 dan 3 mahasiswa S2. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, ditemui saat peresmian masjid di Wonocolo mengatakan, meminta kepada Rektor UNESA untuk terus memastikan mahasiswanya agar selalu dalam kondisi aman dan sehat selama di China.

Diketahui sebanyak 12 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya atau UNESA tersebut sedang menjalankan program belajar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China melalui beasiswa. Saat ini pemerintah China, telah memberlakukan keputusan untuk mengisolasi Wuhan, demi mengantisipasi penyebaran virus corona. 

Berikut kita simak videonya pada Fokus, 27 Januari 2020