Sukses

Begini Respons Arteria Dahlan Saat Ditanya Harun Masiku

Liputan6.com, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDIP, Arteria Dahlan enggan berkomentar saat ditanya mengenai kasus hukum yang menimpa Harun Masiku yang sudah ditetapkan tersangka dan buron oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu saat ditanyakan ketika Arteria Dahlan melakukan kunjungan kerja di Mapolda Jatim, Selasa (28/1/2020). Saat ditanya mengenai kasus hukum Harun Masiku, Arteria menjawab no comment dan langsung menuju ke mobil. 

Awalnya, Arteria menjelaskan tentang rapat perdana antara anggota dewan DPR RI dengan KPK. Dia menuturkan, pimpinan KPK beserta Dewan Pengawas (Dewas) KPK memang tidak banyak yang bisa dipertanyakan karena usia jabatan Ketua KPK Firli Bahuri dan Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan belum sampai satu bulan dan masih dua puluh hari atau mungkin masih dua minggu kerja. 

"Pada prinsipnya DPR RI Komisi III memberikan ruang yang seluas - luasnya memberikan waktu kepada Pimpinan KPK kepada Pimpinan Dewas KPK untuk kerja sehebat - hebatnya, sekuat - kuatnya dan sehormat - hormatnya," tutur dia.

Arteria Dahlan juga berharap KPK bisa menjadi satu institusi yang solid karena yang tergabung dalam KPK adalah orang-orang pilihan, patriot dan srikandi penegak hukum yang punya komitmen kuat di dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK juga dinilai mampu bekerja sama satu sama lain. 

"Kemarin merupakan suatu rahmat Tuhan yang luar biasa, kita lihat bagaimana kompaknya, guyup rukunnya Dewan Pengawas dan Pimpinan KPK yang saling mengisi, saling melengkapi satu sama lain," kata dia. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Tanggapan Arteria soal KPK

Arteria mengharapkan penegakan hukum pemberantasan korupsi, pencegahan korupsi, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena banyak terobosan dan banyak juga inovasi yang dihadirkan. 

"Tentunya kami Komisi III memberikan dukungan penuh kepada Pak Firli selaku pimpinan KPK untuk bisa bekerja dengan baik," ucapnya. 

Arteria mengaku yakin, di bawah kepemimpinan Firli dan kepemimpinan Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan semakin efektif dan sesuai dengan aturan. "Dan utamanya lagi, penegakan hukum dapat diterima oleh masyarakat," ujar dia.