Sukses

VIDEO: Polisi Selidiki Temuan Mayat Hangus Terbakar di Area Kebun Kelapa Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta - Kasus temuan mayat wanita yang hangus terbakar di kebun kelapa Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur masih terus diselidiki Tim Satreskrim Polresta Banyuwangi untuk mengungkap identitas.

Polresta Banyuwangi akan mendatangkan Tim Laboratorium Forensik DVI Polda Jatim guna identifikasi mayat. Diduga kuat, korban dibunuh terlebih dahulu sebelum akhirnya dibakar di atas tumpukan bambu, dan jerami di area kebun kelapa.

Identitas mayat wanita yang ditemukan warga dalam kondisi hangus terbakar di kebun kelapa, Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu pagi masih belum terungkap.

Minimnya barang bukti, dan sudah tidak dikenalinya lagi wajah korban membuat polisi kesulitan untuk mengungkap siapa sosok mayat wanita tersebut. Polresta Banyuwangi akan mendatangkan Tim Labfor DVI Polda Jawa Timur untuk identifikasi secara mendalam agar identitas korban bisa segera terungkap.

Satreskrim Polresta Banyuwangi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan di lokasi kejadian. Pencarian barang bukti lain yang bisa dijadikan petunjuk juga dilakukan polisi.

Hasilnya polisi menemukan sembilan buah kancing jaket jeans, dan jam tangan yang diduga kuat adalah milik korban. Temuan barang bukti ini menjadi bukti tambahan selain temuan helm warna merah muda, dan sepasang sandal perempuan berwarna coklat.

Dari hasil olah TKP awal, diduga kuat korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar di atas tumpukan bambu, dan jerami. Akibatnya, tubuh korban hangus terbakar hingga mencapai 98 persen.

Sebelumnya, mayat wanita hangus terbakar ditemukan warga di kebun kelapa di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kabat, Banyuwangi pada Sabtu pagi. Warga tak menyangka kalau sisa pembakaran bambu, dan jerami di sebuah kebun kelapa tersebut ternyata berisi sesosok mayat perempuan tanpa identitas.

Setelah dilakukan olah TKP awal, mayat wanita yang diduga sengaja dibunuh seseorang tersebut langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan guna dilakukan proses otopsi. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya untuk segera melapor ke polisi. Demikian diberitakan pada Liputan6, 27 Januari 2020