Sukses

Gus Sholah, Sosok Idealis dan Berkomitmen Majukan NU

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. KH Salahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Sholah tutup usia pada usia 77 tahun.

"Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu...," tulis putra dari Gus Sholah, Irfan Wahid dalam akun twitternya, Minggu, 2 Februari 2020, mengutip Kanal News Liputan6.com.

Gus Sholah merupakan anak dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj Sholihah. Anak ketiga ini menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 1962. Kemudian melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pria kelahiran Jombang, 11 September 1942 ini merupakan tokoh Nadhalatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai sosok idealis dan berkomitmen memajukan NU ke depan. Demikian mengutip Merdeka.com.

Ia melihat NU sebagai ajaran yang dapat bertahan dan compartible dengan perkembangan zaman. Ini artinya ajaran NU tidak ada yang salah. Ajaran dapat dikembangkan menjadi banyak hal seperti fikih, akidah, tasawuf. Masing-masing aspek ajaran mengalami banyak tantangan.

Mengutip berbagai sumber,  sosok Gus Sholah dikenal aktif sebagai tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM pada periode 2002-2007. Selain itu, ia dikenal sebagai seorang ulama dan aktivis.

Dirinya juga pernah menjadi kandidat wakil presiden pada pemilu presiden 2004. Saat itu, ia bersama kandidat presiden Wiranto. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998.

Gus Sholah yang juga adik kandung dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menjadi pengasuh pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur sekitar 2006. Ia menggantikan KH Muhammad Yusuf Hasyim.

Gus Sholah pun sosok yang menjunjung rasa toleransi. Ia pernah mengingatkan apa pun problematika kekinian yang dihadapi bangsa, sepatutnya dikembalikan pada rasa tolerasni.

"Jadi intinya adalah toleransi, jangan lakukan sesuatu pada orang lain yang tidak ingin kita lakukan pada diri kita sendiri, begitu," ujar dia pada Agustus 2017.

Ia pernah menuturkan, terbentuknya Indonesia sebagai negara hukum sudah baik. Akan tetapi, penegakan hukum masih cenderung tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

"Secara aturan negara kita sudah bagus, tapi nyatanya kita negara hukum, tapi di mana hukum?" kritik dia.

2 dari 3 halaman

Gus Sholah Tutup Usia

Sebelumnya, kabar duka datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid. Pria yang akrab disapa Gus Sholah ini meninggal dunia di RS Harapan Kita, Jakarta.

"Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu...," tulis sepupu dari Gus Sholah, Irfan Wahid dalam akun twitternya, Minggu (2/2/2020).

Ipang Wahid menjelaskan, kesehatan Gus Sholah menurun sejak dua minggu lalu. Saat itu, Gus Sholah mengalami gangguan di organ jantung.

"Ada keluhan ritme jantung yang tidak beraturan," ujar dia.

Tim dokter yang merawat Gus Sholahmelakukan ablasi atau operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam ruang dalam jantung

"Dilakukanlah ablasi semacam kateter untuk mengisolir elektromagnetik liar," ucap Irfan.

Dia mengatakan, tindakan yang dilakukan tim dokter berjalan lancar.

"Alhamdulillah sukses. Balik ke rumah beberapa hari kemudian lemas," ujar dia.

Dia menambahkan, kondisi kesehatan Gus Sholah mulai menurun drastis pada Jumat, 31 Januari 2020 kemarin.

"Jumat kemarin, Bapak drop banget. Sampai sekarang masih di RS," ujar dia tanpa menyebutkan nama rumah sakitnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini