Sukses

VIDEO: Landmark Patung Gajah Mungkur di Gresik Jadi Polemik

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan landmark baru berbentuk patung Gajah Mungkur di Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang sempat viral menjadi perhatian masyarakat luas karena dianggap aneh, dan tidak memiliki nilai estetika.

Sementara itu, tugu ikonik yang berdiri di simpang susun gerbang tol Madiun juga viral di media sosial karena dinilai bentuknya mirip simbol salah satu partai terlarang di Indonesia.

Landmark berbentuk patung Gajah Mungkur yang dibangun Pemerintah Kabupaten Gresik, di simpang lima jalan protokol, Kelurahan Sukorame, Gresik ini sempat viral di media sosial. Patung ikonik Gajah Mungkur oleh warga dianggap aneh dan kurang memiliki nilai estetika.

Karena bentuknya yang tidak memiliki mata, telinga, dan gading. Pembuatan landmark patung Gajah Mungkur ini dibangun Pemkab Gresik menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan daerah setempat senilai Rp 1 miliar. 

Rumah Gajah Mungkur adalah bangunan kuno yang dibangun 1896, di Jalan Nyai Ageng Arem-arem No.38, Kemuteran, Pekelingan, Kabupaten Gresik.

Akhmad Choiri, ahli waris kawasan heritage rumah Gajah Mungkur, mengatakan bangunan rumah Gajah Mungkur adalah milik pribadi keluarganya. Jika ada pihak lain yang menggunakan nama maupun bentuknya, seharusnya meminta izin terlebih dulu. Berikut videonya pada Fokus, 13 Februari 2020.

Sementara itu, tugu ikonik yang berdiri di simpang susun gerbang tol Madiun dan sempat viral di media sosial ini juga menjadi sorotan karena bentuknya dinilai mirip lambang salah satu partai terlarang di Indonesia. Namun, pihak pengelola jalan tol, PT. Jasamarga Ngawi Kediri (JNK) menampik tudingan tersebut.

Tugu berbahan acrylic dengan tinggi 35 meter ini jika dilihat dari sudut tertentu, membentuk tiga huruf lambang perusahaan. Sedang tujuan dibangunnya tugu agar warga dapat mengenal pengelola jalan tol yang masuk dalam jalan Tol Trans Jawa sepanjang 88 kilometer.