Sukses

Menyulap Kawasan Eks Lokalisasi di Surabaya Jadi Kebun Anggrek hingga Pusat UKM

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) terus berupaya mengembangkan kawasan eks Dolly untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar dan mengubah pandangan negatif tentang kawasan eks Dolly.

Terbaru, Pasar Burung dan batu akik akan diresmikan di kawasan eks Dolly dalam waktu dekat. Sebelumnya pengerjaan proyek ini sudah dilakukan sejak 2019.

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Iman Krestian menuturkan, Dinas Koperasi Surabaya sedang menata pedagangnya.

Pembangunan Pasar Burung dan batu akik ini dikerjakan sejak 2019. Anggaran pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya sebesar Rp 3,2 miliar. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai.

Bukan kali pertama Pemkot Surabaya mengubah kawasan eks Dolly dan lokalisasi lainnya menjadi kawasan lebih baik sehingga berupaya untuk mengubah stigma negatif. Sebelumnya Pemkot Surabaya membuat taman anggrek dan rumah jamur di eks lokalisasi Sememi Surabaya.

Berikut rangkuman upaya Pemkot Surabaya mengubah kawasan eks lokalisasi dikutip dari berbagai sumber dan Antara, Senin (17/2/2020):

2 dari 7 halaman

Wisata Kebun dan Laboratorium Anggrek

Wisata Kebun Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya membangun kebun wisata anggrek di lahan seluas 1,5 hektare (ha) di lokasi yang berdekatan dengan tempat budi daya anggrek di Sememi. Di tempat budidaya itu juga terdapat area Taman Anggrek di Jalan Sememi, Jaya Gang II, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Ada tujuh jenis anggrek yang dibudidayakan di taman anggrek tersebut. Ada anggresk bulan, dendrobium, anggrek kantong semar, anggrek catteleya, anggrek jawa, anggrek hitam dan anggrek vanda.

Di lokasi tersebut juga ad ataman dengan area foto instagramable yang meliputi tempat duduk serupa sarang burung dan beberapa kursi. Demikian mengutip Antara, 21 November 2019.

Di komplek taman anggrek juga ada rumah jamur yang ditutup rapat. Rumah itu terhubung dengan bangunan besar dua lantai yang dulunya merupakan Wisma Barbara 17.

Pemerintah Kota Surabaya sudah membeli wisma terbesar di lokalisasi prostitusi Sememi tersebut. Kemudian mengalihkan fungsinya menjadi Laboratorium Kultur Jaringan. Di laboratorium budi daya anggrek itu pengembangan berbagai jenis tanaman anggrek dilakukan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) pernah menuturkan, pihaknya memilih tanaman anggrek untuk budi daya karena telah melakukan uji coba penanaman anggrek di tengah kota dan dapat tumbuh baik.

3 dari 7 halaman

Budi Daya Jamur

Bangun Rumah Jamur

Selain itu, Pemkot Surabaya juga membangun untuk budi daya jamur tiram. Jamur itu akan dikembangkan menjadi berbagai olahan jamur, misalnya jamur krispi.

“Nanti bisa dijual di sekolah-sekolah, yang jual nanti warga, mereka sudah kita ajari untuk pascapanennya. Cuma ini produknya belum begitu banyak, nanti kalau sudah banyak mereka bisa memproduksi,” ujar Risma, seperti dikutip dari Antara.

4 dari 7 halaman

Kawasan Ramah Anak

Kawasan Ramah Anak

Pemkot Surabaya memprioritaskan akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan eks Dolly. Salah satunya menyediakan bangunan khusus untuk Kelompok Belajar Nusantara Kita, kelompok belajar gratis yang kini menjangkau 64 siswa, termasuk 33 anak berkebutuhan khusus berusia 1-20 tahun.

Selain itu ada Pendidikan Anak Usia Dini untuk anak usia satu sampai lima tahun. Pemerintah kota juga membangun fasilitas olahraga dan taman bermain. Lapangan futsal yang ada di tempat itu tidak pernah sepi.

Ketua RT 05 RW 03 Putat Jaya, Nirwono menuturkan, lapangan futsal dan taman bermain itu menjadi tempat favorit anak-anak untuk menghabiskan waktunya seusai pulang sekolah.

"Dulu kalau anak-anak mau bermain harus jalan jalan ke kampung sebelah, tempatnya juga jauh. Kalau sekarang sudah dekat dan lapangannya juga bagus, sehingga mereka sangat senang," tutur dia, demikian mengutip Antara.

Kalau lapangan futsal penuh, dia mengatakan, anak-anak biasanya bergeser ke tamah bermain. "Jadi, mereka bisa bermain dan berkumpul dengan teman sebayanya," ujar dia.

Anak-anak juga bisa bermain di sepanjang Gang Putat Jaya RW 06. Mereka bisa membaca buku atau belajar di perpustakaan yang ada di gang itu. "Anak-anak sekarang sudah bisa bermain bebas dan menikmati masa kecilnya," ujar Nirwono.

5 dari 7 halaman

Bangun Produk UKM

Membangun Produk UKM

Mengutip Antara, kawasan eks lokalisasi Dolly diubah menjadi salah satu kawasan sentra pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan membangun produk usaha kecil dan menengah (UKM). Di kawasan tersebut, ada rumah produksi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya. Rumah produksi tersebut membuat produk sepatu dan sandal.

6 dari 7 halaman

Pasar Burung dan Batu Akik

Pasar Burung dan Batu Akik

Pasar Burung dan batu akik akan diresmikan di kawasan eks Dolly dalam waktu dekat. Sebelumnya pengerjaan proyek ini sudah dilakukan sejak 2019. Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Iman Krestian menuturkan, Dinas Koperasi Surabaya sedang menata pedagangnya.

Pembangunan Pasar Burung dan batu akik ini dikerjakan sejak 2019. Anggaran pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya sebesar Rp 3,2 miliar. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai.

Satu lantai digunakan untuk pedagang burung dengan jumlah 26 stan, sementara lantai dua untuk pedagang batu akik disediakan 11 stan.

"Lahan bangunan Pasar Burung dan Batu Akik Dolly, sebelumnya merupakan eks wisma Barbara. Seluruh pedagang nantinya adalah warga di sekitar Dolly, karena tujuannya memang untuk memberdayakan ekonomi warga eks lokalisasi Dolly,” ujar dia.

Iman menuturkan, Pasar Burung ini satu gedung dan akan dibuatkan jembatan penghubung ke Gedung satunya, yaitu eks Wisma Barbara yang kini digunakan Disperindag Kota Surabaya untuk produksi sepatu.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading