Sukses

Top 3 Surabaya: 5 Kuliner Soto di Jawa Timur Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Soto merupakan kuliner khas Indonesia yang bisa ditemukan di berbagai daerah. Dalam semangkuk soto disajikan perpaduan kuah kaldu daging dan rempah dengan tambahan daging seperti sapi atau ayam.

Sejumlah daerah memiliki kuliner sotonya sendiri. Cara penyajian soto berbeda-beda sesuai kekhasan di setiap daerah. Jawa Timur juga punya beberapa kuliner soto yang sudah melegenda.

Kuliner soto di Jawa Timur ini tersebar di beberapa daerah. Sejumlah soto di Jawa Timur ini bahkan sudah terkenal dan dapat ditemui dengan mudah di lur daerah asalnya. Kuliner soto di Jawa Timur memiliki keunikan masing-masing mulai dari isian, bahan, dan cara memasaknya.

Artikel lima kuliner soto di Jawa Timur, lezat dengan cita rasa khas menyita perhatian pembaca di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Selasa (18/2/2020):

1.5 Kuliner Soto di Jawa Timur, Lezat dengan Cita Rasa Khas

Soto merupakan kuliner khas Indonesia yang bisa ditemukan di berbagai daerah. Dalam semangkuk soto disajikan perpaduan kuah kaldu daging dan rempah dengan tambahan daging seperti sapi atau ayam.

Sejumlah daerah memiliki kuliner sotonya sendiri. Cara penyajian soto berbeda-beda sesuai kekhasan di setiap daerah. Jawa Timur juga punya beberapa kuliner soto yang sudah melegenda.

Kuliner soto di Jawa Timur ini tersebar di beberapa daerah. Sejumlah soto di Jawa Timur ini bahkan sudah terkenal dan dapat ditemui dengan mudah di lur daerah asalnya. Kuliner soto di Jawa Timur memiliki keunikan masing-masing mulai dari isian, bahan, dan cara memasaknya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Jalan MERR, Harapan Mengurai Macet di Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) meresmikan Jalan Middle East Ring Road (MERR) IIC Gunung Anyar sisi barat pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Saat peresmian, Wali Kota Surabaya Risma menceritakan kalau jalan tersebut sempat mau dijadikan jalan tol. Akan tetapi, Risma mengaku tidak mau karena dia memikirkan warganya yang nanti tidak bisa lewat.

“Kenapa saya ngotot tidak mau jalan tol? Karena saya tahu bahwa warga saya masih banyak yang memakai sepeda motor. Dengan jalan ini siapapun bisa lewat, tidak peduli kaya atau miskin. Tapi kalau jalan tol, maka yang hanya punya mobil saja yang bisa lewat,” tutur Risma.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Parkir Tengah Jalan Bikin Macet di Komplek Sekolah, Ini Penjelasan Dishub Surabaya

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya angkat bicara soal dampak kemacetan dengan ada area parkir yang membelah jalan di Jalan Wijaya Kusuma, Surabaya. Area parkir ini juga satu komplek dengan SMAN 1 dan SMAN 2.

Dishub Kota Surabaya menilai itu bukan kemacetan tetapi ada mobil yang “drof off” atau mengantarkan anak sekolah di Jalan Wijaya Kusuma. "Itu bukan hanya di situ saja, hampir di setiap sekolah seperti itu, dan kami sudah kirim surat ke sekolah-sekolah agar ‘drof off’nya di dalam,” tutur Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, seperti dikutip dari Antara, Senin, 17 Februari 2020.

Ia menambahkan, hal itu mudah, yakni yang dulunya ke kanan sekarang ke kiri. "Secara kapasitas sama saja, karena jalannya tetap dua arah. Menurut saya tidak ada masalah karena di luar negeri banyak, seperti itu," tutur dia.

Berita selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading