Sukses

PDIP Belum Buka Suara Terkait Bacawali Surabaya, Ini Alasannya

Liputan6.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum berani buka suara terkait kandidat Calon Wali Kota Surabaya.

Padahal partai besutan Megawati Soekarnoputri ini akan mengumumkan nama 49 calon kepala daerah yang direkomendasikan maju di Pilkada pada Rabu, 19 Februari 2020.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, yang akan diumumkan oleh DPP itu adalah rekomendasi untuk 49 calon kepala daerah kabupaten/kota serta satu pasangan calon gubernur/wagub.

"Pengumuman akan dilakukan pada Rabu besok, pukul 2 siang di kantor DPP. Yang diumumkan pasangan 1 calon Gubernur dan wagub serta 49 calon kepala daerah Kabupaten dan kota," ujar dia saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Jatim di Sidoarjo, Selasa (18/2/2020).

Saat dikonfirmasi mengenai pengumuman untuk pilkada di sejumlah daerah, Hasto memastikan 49 nama yang direkomendasikan itu kecuali Surabaya, Solo, Medan, Makasar, dan seluruh kabupaten/kota di Bali.

"Jadi besok dipastikan, Solo, Surabaya, Medan, Makasar,dan seluruh kabupaten di Bali belum diumumkan. Nanti akan diumumkan bersama-sama," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Alasan

Lalu mengapa kota-kota tersebut diumumkan belakangan? Hasto menyebut, ada beberapa alasan mengapa kota-kota tersebut akan diumumkan belakangan.

"Surabaya masih perlu pemetaan yang lebih mendalam dan juga survei lebih lanjut, dan dialog secara intens juga perlu kami lakukan untuk melihat seluruh harapan masyarakat di Kota Surabaya," ia menuturkan.

"Sama juga di provinsi Bali, karena di Bali praktek konsepsi pola pembangunan semesta berencana di lakukan di Bali. Pada dasarnya Solo sudah siap, tapi pelaksanaannya sesuai dengan aspirasi itu setelah 23 Februari, nanti akan bersamaan dengan calon-calon dari Bali dan beberapa wilayah," ujar dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini