Sukses

BMKG Juanda: Hujan Melanda Surabaya hingga Malam

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan cuaca di Surabaya pada pagi hari hingga menjelang siang ini terpantau cerah berawan.

Prakirawan BMKG Juanda, Rendy mengatakan, Surabaya berpotensi terjadi hujan pada siang hingga malam hari dengan intensitas ringan hingga lebat.

“Hujan berpotensi terjadi di Surabaya pada siang dan malam, intensitasnya ringan hingga lebat. Suhu udara berada di kisaran 25 – 32 derajat celsius,” kata Rendy kepada Liputan6.com pada Rabu, (19/2/2020).

Rendy mengatakan, kelembapan udara berada di antara 65 – 95 persen, dengan angin dari barat berkecepatan 5 – 30 km per jam. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap musim hujan yang sedang terjadi di Surabaya dan sekitarnya.

“Masyarakat diharapkan waspada terhadap kecepatan angin dan potensi petir. Hindari juga berteduh di bawah pohon dan baliho karena dikhawatirkan rubuh,” katanya.

Mengutip dari laman web juanda.jatim.bmkg.go.id, tak hanya Surabaya, sebagian besar wilayah di Jawa Timur juga diprediksi terjadi hujan seperti Batu, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Madiun.

Selain itu, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Lamongan, Lumajang, Magetan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, dan Tuban. Sedangkan beberapa wilayahnya cerah berawan.

 

(Shafa Tasha Fadhila - Mahasiswa PNJ)

2 dari 4 halaman

BMKG: Puncak Musim Hujan hingga Maret

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem di Indonesia akan berlangsung hingga Maret 2020.

"Kalau menurut prediksi BMKG untuk wilayah Indonesia terjadinya cuaca ekstrem tidak serempak, silih berganti. Rata-rata puncak musim hujan Februari-Maret, khusus DIY dan Jateng berlangsung pada Januari-Februari," kata Kepala BMKG Dwikora Karnawati di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa 11 Februari 2020.

Selanjutnya, ujar dia, di kisaran April-Mei sudah memasuki musim kemarau, transisinya adalah pancaroba.

"Untuk ancaman bencananya beda lagi, bukan longsor atau banjir tetapi angin puting beliung. Imbauan kami agar ini bisa diwaspadai oleh seluruh pihak," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang Tuban Wiyoso mengatakan lebih awalnya cuaca ekstrem yang menjangkau Jawa Tengah dibandingkan wilayah lain karena cuaca di Jawa lebih didominasi oleh pengaruh angin monsun.

"Ini terjadi pada kurun waktu Desember-Februari, puncaknya Januari-Februari. Angin monsun sendiri merupakan angin yang bertiup dari Asia ke wilayah Indonesia. Seperti angin darat, yaitu angin laut tetapi skala musiman, ini dipengaruhi oleh posisi matahari," kata dia seperti dikutip dari Antara.

3 dari 4 halaman

Potensi Bencana

Sementara itu, terkait dengan potensi bencana pada musim pancaroba, dikatakannya selain angin puting beliung, ada bencana lain yang wajib diwaspadai yaitu angin kencang, petir, dan hujan lebat yang datang tiba-tiba.

Mengenai daerah yang berpotensi terkena bencana tersebut, dikatakannya, cenderung merata.

"Kalau Jawa Tengah itu angin kencang merata, tidak milih wilayah. Kemarin juga sudah dimulai angin puting beliung karena sempat ada jeda hujan sebentar, itu masa transisi," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading