Sukses

VIDEO: Wabah DBD di Mojokerto, 27 Pasien Anak-Anak

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit demam berdarah dengue atau DBD di Mojokerto, Jawa Timur terus mewabah, seiring meningkatnya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Sejak sepekan terakhir sejumlah rumah sakit pun terus menerima pasien yang disebabkan akibat gigitan nyamuk aedes aegypti dengan didominasi pasien anak-anak. Berikut video pemberitaannya pada Liputan6, 18 Februari 2020.

Diduga tingginya curah hujan membuat banyak anak-anak yang terserang penyakit demam berdarah. Sejumlah rumah sakit pun, banyak menerima pasien penderita DBD. Salah satunya di Rumah Sakit Islam Sakinah, Kecamatan Sooko, Mojokerto, tercatat 39 pasien DBD yang dirawat sejak bulan Januari hingga pertengahan Februari ini.

Dari jumlah tersebut 27 di antaranya adalah pasien anak-anak. Pasien anak-anak yang datang untuk mendapat perawatan dalam kondisi syok setelah mengalami demam tinggi. Mereka dinyatakan positif DBD, yang salah satunya ditandai dengan turunnya trombosit darah.

Banyaknya penderita atau pasien anak-anak ini dimungkinkan karena sistem imun atau kekebalan tubuhnya belum terbentuk, sehingga rentan terhadap serangan berbagai penyakit termasuk DBD.

Tidak hanya trombosit darah yang turun yang disertai demam tinggi, gejala awal DBD ini dapat diketahui dari penderita yang mengalami pusing dan mual akibat pendarahan ringan serta nyeri persendian. Diperkirakan, penyakit demam berdarah di Mojokerto akan semakin mewabah seiring meningkatnya curah hujan yang tinggi pada Januari-Maret.

Karena merupakan puncak musim hujan tahun ini. Diimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup bersih, dan menerapkan 3M yakni menguras, mengubur, dan menutup genangan air yang biasa digunakan untuk berkembangbiaknya telur nyamuk.