Sukses

VIDEO: Pemprov Jatim Ganti Rugi Kerusakan Akibat Kerusuhan Suporter Piala Gubernur

Liputan6.com, Jakarta - Buntut kerusuhan suporter di Blitar, Jawa Timur, Polres setempat meringkus seorang oknum suporter Arema FC, karena membawa senjata tajam.

Sementara Pemprov Jatim, meminta maaf kepada warga Blitar, atas insiden kerusuhan suporter di kotanya. Pemprov akan mengganti rugi semua kerusakan yang diakibatkan atas kerusuhan suporter tersebut.

Sebuah video memperlihatkan penangkapan ND (15), salah satu suporter pendukung tim Arema FC. ND, warga Kelurahan Sananwetan Kota Blitar ini kedapatan membawa senjata tajam, saat terjadi bentrok antara Aremania dan Bonekmania, Selasa kemarin.

Selain sebilah belati bergagang garuda, petugas juga mengamankan barang bukti lain, atribut berupa kaos dan logo Arema FC. Kapolres Blitar Kota AKBP Leonad M. Sinambela mengatakan, pelaku kemungkinan bisa dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Pasal 2, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sementara, pascainsiden kerusuhan suporter di Blitar, Pemprov Jatim bersama PSSI Asprov Jatim menggelar rapat evaluasi pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim, antara Persebaya melawan Arema FC yang diwarnai kerusuhan suporter di luar stadion.

Atas kejadian ini, Pemprov Jatim meminta maaf kepada warga Blitar, dan akan mengganti rugi semua kerusakan yang diakibatkan oleh  bentrokan antar suporter tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa 18 Februari terjadi bentrok antara suporter Aremania dan Bonekmania, di sekitar Stadion Gelora Supriadi, saat pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim, antara Persebaya melawan Arema FC.

Dalam insiden itu tercatat 10 unit kendaraan roda dua  hangus terbakar. Hinga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Demikian pemberitaannya pada Liputan6, 20 Februari 2020.