Sukses

VIDEO: Pecinta Kuliner Vegetarian Buru Sayur Kotok Daun Racun Khas Wonosalam

Liputan6.com, Jakarta - Jika mendengar makanan beracun mungkin Anda sudah tidak berselera untuk menikmati bahkan menjauhi makanan tersebut. Namun, berbeda dengan yang ada di Jombang, Jawa Timur.

Sayur daun racun justru laris manis diburu pecinta kuliner, karena kenikmatan rasa yang berbeda dibanding daun sayuran lainnya. Berikut kita simak liputannya pada Fokus, 26 Februari 2020.

Beginilah aktivitas sehari-hari, di warung makan milik Yaudah, di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Setiap hari warung yang menyediakan kuliner sayur kotok daun racun, setiap hari memetik daun racunan di kebun milik Yaudah sendiri.

Daun racunan inilah yang dikelola untuk menjadi kuliner unik dengan nama sayur kotok daun racun, yang laris diburu para pecinta kuliner vegetarian. Namanya yang unik dan tak lazim, menjadi daya tarik para penikmat kuliner.

Untuk membuatnya cukup mudah, yakni daun racun segar dicuci terlebih dahulu, lalu disiram dengan air panas dan didiamkan selama 15 menit. Usai matang, daun racun langsung dicampur dengan aneka bumbu seperti cabe dan bawang merah dan putih, untuk mendapatkan rasa pedas dan gurih.

Tak hanya itu, ikan teri dan tahu tempe dicampurkan untuk mendapatkan rasa kotok khas pegunungan. Meski bernama daun racunan, tapi daun tersebut tak mengandung racun seperti namanya.

Nah untuk menikmatinya, Anda bisa berkunjung ke warung ijo yang berada di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Untuk satu porsi sayur kotok daun racun, Anda cukup membayar dengan uang Rp 20 ribu per porsi, lengkap dengan lauk ayam dan bebek goreng.