Sukses

VIDEO: Hasil Panen Petani Melon Sidoarjo Menurun 50 Persen Akibat Cuaca Ekstrem

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca buruk yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur membuat petani melon di Sidoarjo merugi. Kerugian dikarenakan hasil panen mengalami penurunan hingga 50 persen. Kini, petani melon hanya bisa pasrah dan berharap cuaca ekstrem segera usai.

Jika dalam kondisi cuaca normal, petani melon di Dusun Rame, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo bisa menghasilkan melon segar hingga 20 ton per panen.

Belakangan saat cuaca buruk, hasil panen turun hanya 10 ton, dan mendapatkan uang sekitar Rp 60 juta. Dengan modal awal sekitar Rp 80 juta, kini petani tak bisa menutup modal tersebut karena kerugian yang terjadi.

Hariono, petani melon menyebutkan di lahan seluas 7.500 meter persegi ini, pendapatannya atau hasil panen menurun hingga 50 persen. Menurutnya, penurunan tersebut akibat curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini, sehingga membuat kerusakan pada daun, batang, dan tanaman melon. Petani hanya bisa pasrah dan berharap cuaca ekstrim ini segera usai. 

Meski begitu, petani melon mengaku bersyukur karena stok melon di pasaran menipis, sehingga melon dari petani tetap laku di pasaran. Demikian diberitakan pada Fokus, 25 Februari 2020.