Sukses

Selain RSUA, Warga Juga Bisa Tes Corona COVID-19 di RS Rujukan

Liputan6.com, Jakarta - Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof Mohammad Nasih mengimbau masyarakat tak hanya memeriksakan tes virus corona baru atau COVID 19 di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Hal ini mengingat terbatasnya sumber daya manusia (SDM).

Nasih menuturkan, pemeriksaan tes virus corona atau COVID-19 dapat dilakukan di rumah sakit rujukan pemerintah lain yang ada di Jawa Timur (Jatim).

"Karena terbatasnya SDM (Sumber Daya Manusia) kami minta masyarakat tidak berbondong-bondong memeriksakan COVID-19 hanya di RSUA karena rumah sakit rujukan lain di Jatim bisa melakukannya,” ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2020).

Untuk masyarakat yang telah memeriksakan COVID-19 di RS Universitas Airlangga nanti meminta bersabar karena pemeriksaan tersebut dibatasi untuk 100 orang setiap hari.

Adapun prosedur pemeriksaan virus corona baru atau COVID-19 di RSUA, yakni mengambil nomor antrean, mengisi form cek medis, kemudian dokter yang bertugas akan melakukan observasi dan akan melakukan langkah selanjutnya sesuai kondisi. Artinya tidak semua orang akan melakukan swab tenggorokan tergantung kriterianya.

"Masyarakat dapat memeriksakan dirinya di rumah sakit rujukan Provinsi Jawa Timur. Rumah sakit rujukan tersebut akan mengirimkan sampelnya ke ITD Unair untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium," kata dia.

2 dari 3 halaman

Unair Siap Periksa 500 Sampel

Lebih lanjut, hingga saat ini Unair siap melakukan pemeriksaan 500 sampel setiap harinya  yang dikirim dari berbagai rumah sakit rujukan di Jawa Timur. Selama ini Unair, kata Nasih, sudah terbiasa menguji dan memeriksa terkait dengan berbagai macam virus, mulai dari influenza, SARS, Mers hingga Corona.

"Tentu dalam kasus seperti ini ITD Unair sangat siap untuk melanjutkan pekerjaan yang selama ini dilakukan yaitu melayani permintaan sampel untuk diuji coba," ujar dia.

Unair juga berkoordinasi tentang pemeriksaan dan hasil sampel yang sudah diuji coba dengan pihak Balitbangkes. Hal ini merupakan upaya untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi.

"Jangan sampai hasilnya negatif, ternyata positif. Sehingga semua pihak akan melakukan cek dengan benar," tutur dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini