Sukses

VIDEO: Kuota Pemeriksaan Tes Corona COVID-19 di RS Unair Jadi 100 Orang

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak sembilan orang pasien mendapat perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Unair Surabaya, diduga terjangkit virus corona. Kesembilan orang ini telah di-swap untuk dilakukan uji laboratorium. Sementara pada Selasa siang, warga rela mengantre di poli khusus corona Rumah Sakit Unair untuk memeriksakan diri, karena khawatir terjangkit corona COVID-19.

Terdapat sembilan orang yang saat ini masih mendapat perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Unair Surabaya ini dibagi dalam dua kategori, yaitu, enam orang dalam pantauan, atau ODP, dan tiga pasien dalam pengawasan atau PDP.

Sejumlah sembilan orang ini memiliki perjalanan riwayat dari luar negeri dan kontak dengan pasien yang dicurigai positif corona COVID-19. Ada dua kelompok usia, yaitu, usia 20 sampai 30 tahun, dan 50 sampai 55 tahun.

Kesembilan pasien tersebut melakukan pemeriksaan masuk Rumah Sakit Unair pada Minggu kemarin dan kini sudah di-swap untuk dilakukan uji laboratorium.

Sementara itu, pada Selasa siang, warga memenuhi antrean di poli khusus corona di Rumah Sakit Unair Surabaya. Mereka khawatir terjangkit virus corona, karena jumlah pasien positif corona tiap hari semakin bertambah. Mereka di antaranya pernah memiliki riwayat pergi ke luar negeri, dan kesehatan menurun dengan gejala mirip Covid-19.

Di poli khusus corona di Rumah Sakit Unair ini memiliki dua kriteria pasien, yang bisa memeriksakan diri. Pertama setelah perjalanan ke luar negeri. Kedua, pernah kontak langsung dengan pasien suspect, atau positif corona.

Jika warga bukan dengan dua kriteria tersebut, disarankan melakukan pemeriksaan di layanan poli umum, atau jika parah langsung ke UGD. Namun demikian, banyak warga yang tetap nekat antre karena sakit dengan gejala mirip COVID-19. Berikut dilansir pada Liputan6, 18 Maret 2020.

Setiap hari, poli khusus corona di Rumah Sakit Unair hanya bisa menampung 100 orang pasien yang memeriksakan diri. Ketidaktahuan warga terkait kuota itu, membuat mereka terpaksa kembali. Sebelumnya, Rumah Sakit Unair juga merawat dua pasien yang diduga terjangkit virus corona. Namun, setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya negatif, dan keduanya diizinkan pulang.