Sukses

Tanggapan Ketua Gugus Jatim soal Potensi Penyebaran Virus Corona COVID-19

Liputan6.com, Surabaya - Baru-baru ini ada sebuah pesan berantai mengenai imbauan penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) yang memicu penyakit COVID19 melalui uang beredar di media sosial (medsos). Bahkan saat transaksi menggunakan uang, masyarakat dianjurkan untuk menaruh uang itu ke dalam plastik. 

Selain itu, ada juga sebuah video berdurasi 27 detik yang memperlihatkan seorang laki-laki sedang mencuci sejumlah uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu supaya bersih dan tidak tertempel virus corona baru (Sars-CoV-2).

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi tersebut, Kepala Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Provinsi Jatim, dr Joni Wahyuhadi menuturkan, pada saat pegang uang dan batuk, kemudian virus corona baru itu lari ke tangan dan masuk ke hidung, maka itu yang berbahaya.

"Jadi yang lebih bahaya itu di hidung karena saluran pernafasan, dia reseptornya itu di saluran nafas. Jadi saat pegang uang dan tidak sengaja menyentuh atau memasukan jari ke hidungnya, maka virus corona nya masuk," tuturnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam, 24 Maret 2020.

2 dari 3 halaman

Perkembangan Situasi Corona COVID-19 di Jatim

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan kasus virus corono baru atau Sars-CoV-2 yang memicu COVID-19 di Jawa Timur, Selasa malam, 24 Maret 2020.

Hingga 24 Maret 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 2003 orang, 142 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 51 positif COVID-19 di Jawa Timur

“Jadi, total ada 51 orang positif COVID-19 di Jatim. Terkonfirmasi ada tambahan 10 orang untuk yang positif di Jatim hari ini dari data kemarin 41 orang,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya. 

Khofifah merinci 10 orang baru tambahan positif itu terdiri dari 5 orang Magetan, 2 Surabaya, 2 Sidoarjo dan 1 Kota Malang. 

"Untuk yang positif 51 orang di Jatim itu terdiri dari 31 dari Surabaya, 6 dari Malang, 8 dari Magetan, 5 dari Sidoarjo dan 1 Kabupaten Blitar,” tutur dia.

Dari data tersebut, ada penambahan satu pasien yang meninggal jadi totalnya ada dua pasien Covid - 19 meninggal, dari Malang dan Surabaya. 

"Dari 51 pasien yang positif ini, Alhamdulillah ada 5 pasien yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Satu dari RSU Saiful Anwar Malang dan empat dari RSUD dr Soetomo Surabaya,” tutur dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Bahan Disinfektan Corona COVID-19 Aman Bagi Manusia?
Artikel Selanjutnya
Aman Rek, Bilik Disinfektan Anti-Corona Akan Tersebar di Segenap Penjuru Surabaya