Sukses

Peta Sebaran Corona Covid-19 di Surabaya pada 28 Maret 2020

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya kembali merilis peta sebaran corona COVID-19 di Kota Pahlawan pada Sabtu, 28 Maret 2020. Data belum menunjukkan perubahan berdasarkan data Pemkot Surabaya.

Mengutip data sebaran Corona COVID-19 lewat lawancovid-19.surabaya.go.id, Minggu (29/3/2020), total orang dalam pemantauan (ODP) masih 193 orang.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) 34 orang. Ada sebanyak sembilan orang PDP yang sembuh. Untuk PDP yang sembuh antara lain ada di kelurahan Airlangga sebanyak satu orang, Kelurahan Kedung Baruk, Kelurahan Gubeng, Wonorejo, dan Tenggilis Mejoyo sebanyak satu orang. Lalu di Surabaya Selatan, PDP yang sembuh ada di kelurahan Jemur Wonosari, Jagir, Ngagel Rejo, dan Kebraon masing-masing sebanyak satu orang.

Meski demikian, pasien konfirmasi positif masih tetap sebanyak 31 orang dan dua dari luar Surabaya pada 28 Maret 2020. Angka ini berbeda dengan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pada data pemerintah provinsi Jawa Timur pada 28 Maret 2020, jumlah ODP sebanyak 195 orang, PDP sebanyak 50 orang dan positif Corona COVID-19 sebanyak 40 orang.

Terkait perbedaan itu, sebelumnya, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi, M.Fikser pernah menuturkan, hal itu melihat berapa lama domisili warga tersebut dan identitas warga. "Misalkan dia baru datang dan beberapa hari kos tapi bukan KTP Surabaya, tetapi terpapar dan dirawat di RS di Surabaya, jadi domisili berapa lama dia tinggal” tutur dia.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Surabaya Buka Peta Sebaran Corona COVID-19

Sebelumnya, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi, M.Fikser menuturkan, peta persebaran COVID-19 ini dibuka untuk menyadarkan dan melibatkan masyarakat sehingga dapat menekan penyebaran COVID-19. Jadi bukan hanya pemerintah saja tetapi butuh kerja sama semua pihak. Dengan dibuka peta persebaran itu diharapkan memicu masyarakat untuk waspada dan meningkatkan kesadaran menjaga pola hidup bersih dan sehat.

"Buka peta kepada masyarakat untuk membuka kalau sudah ada di lingkungan kita  Jadi masyarakat care dengan anjuran dan imbauan pemerintah,” ujar Fikser saat dihubungi Liputan6.com, Rabu 25 Maret 2020.

Selain itu juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan menerapkan imbauan pemerintah secara terus menerus. Fikser menuturkan, data persebaran itu diperbaharui setiap hari sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi akan tayang 19.00 WIB. Hal ini mengingat data tersebut juga mencapai kelurahan. Data persebaran COVID-19 didapatkan dari Dinas Kesehatan Surabaya.

"Dapat informasi itu hingga ke level kelurahan. Kami update setiap hari mudah-mudahan jam 19.00 sudah bisa ada karena kami harus detil hingga kelurahan. Di situ ada ODP, PDP,” ujar dia.

Terkait ada perbedaan data terutama terkonfirmasi, Fikser menuturkan, hal itu melihat berapa lama domisili warga tersebut dan identitas warga. "Misalkan dia baru datang dan beberapa hari kos tapi bukan KTP Surabaya, tetapi terpapar dan dirawat di RS di Surabaya, jadi domisili berapa lama dia tinggal” tutur dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini