Sukses

VIDEO: Permintaan Sayur Organik dari Kebun Hidroponik Sukorambi Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Saat sebagian besar usaha terpukul akibat mewabahnya Covid-19, produsen sayur organik di Jember, Jawa Timur, malah meraup untung. Usaha budidaya sayuran metode tanam hidroponik dan steril dari air yang terpapar bahan kimia, menghasilkan omzet penjualan meningkat dua kali lipat. Berbagai sayur organik banyak diburu warga untuk nutrisi tubuh. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 30 Maret 2020.

Di tengah mewabahnya Covid-19, usaha pertanian sayur organik di Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, justru meraup berkah. Sejak satu bulan terakhir, permintaan ragam jenis sayur mayur seperti kangkung, selada, hingga pakcoy atau sawi hijau, melonjak signifikan hingga dua kali lipat.

Selain dibudidayakan secara organik, tanpa pupuk kimia, seluruh jenis tanaman di kebun ini juga dikembangkan dengan metode hidroponik, sehingga steril dari paparan bahan-bahan berbahaya.

Hal ini membuat sayur lebih higienis. Meski harganya relatif lebih mahal dibanding sayur pada umumnya, pembeli mengaku memilih sayur organik untuk kebutuhan nutrisi dan kesehatan tubuh, terlebih sejak mewabahnya Covid-19.

Selain sehat, sayuran organik juga tak mudah membusuk. Bahkan pembeli yang datang langsung ke kebun ini bisa langsung memilih dan memanen sendiri sayur yang diinginkan.

Pengelola kebun juga melayani pemesanan dari rumah, dan mengantarkan sayur sesuai permintaan ke pemesan di rumah. Harga sayur organik berpola tanam hidroponik bervariasi. Harga pakcoy misalnya, Rp 23.000 per kilogram, kangkung Rp 20.000, dan selada keriting Rp 30.000 per kilogram.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.