Sukses

VIDEO: Harga Kedelai Impor Melonjak, Pengusaha Tahu di Tuban Ingin Bertahan

Liputan6.com, Jakarta - Para produsen tahu di Tuban, Jawa Timur, terancam gulung tikar, akibat merebaknya virus corona baru (Sars-CoV-2) yang sebabkan COVID-19, hingga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Harga kedelai impor di pasaran terus meroket, dari yang semula hanya Rp 6.500, kini naik menjadi Rp 8.000 per kilogramnya.

Sedang harga jual tahu tidak sebanding dengan biaya produksi, ditambah menghilangnya pembeli karena obyek wisata di tutup sementara. Berikut diberitakan pada Liputan6, 30 Maret 2020.

Para pengusaha tahu di Tuban, Jawa Timur resah, usaha mereka terkena dampak mewabahnya COVID-19. Serta nilai mata uang dolar Amerika Serikat naik dan membuat kedelai impor sebagai bahan baku tahu juga naik.

Rasdam, salah satu produsen tahu di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban, mengeluh dengan melonjaknya harga kedelai impor, membuat biaya produksi juga ikut naik. Sementara harga jual tahu di pasaran tidak mengalami kenaikan yang sebanding.

Harga kedelai impor di pasaran yang sebelumnya hanya Rp 6.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp 8000 per kilogram. Sedangkan harga jual tahu di masyarakat tetap Rp 62.500 per ember.

Meski mengaku rugi, para pengusaha tahu masih enggan menggunakan kedelai lokal. Lantaran, selain sulit didapat, kualitas kedelai lokal kurang bagus dan hasilnya tidak maksimal.

Pesanan tahu juga menurun karena banyak warung di obyek wisata tutup. Jika harga kedelai terus naik, para pengusaha tahu ini, mengaku terancam gulung  tikar. Mereka berharap pemerintah turun tangan membantu mengendalikan harga kedelai impor, meski kondisi pemerintah saat ini sedang dilanda musibah wabah COVID-19.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.