Sukses

Bertahap, Surabaya Bakal Batasi Akses Masuk untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan berupaya memutus penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19. Salah satunya dengan menutup sementara sejumlah jalan untuk akses masuk Surabaya.

Mengutip instagram dinas perhubungan Kota Surabaya @dishubsurabaya, Dishub bersama Kepolisian dan camat setempat menutup salah satu akses jalan sementara yaitu Jalan Wiguna (Gunung Anyar Tambak) mulai 31 Maret 2020. Untuk sementara dialihkan ke Jalan Ir.Soekarno (MERR). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat membenarkan hal itu. “Benar, pembatasan transportasi orang,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (1/4/2020).

Ia menuturkan, saat ini terlalu banyak pintu masuk kota dari arah luar kota. Sebelumnya ada 19 akses pintu masuk ke Surabaya, dan berkurang satu dengan ditutupnya Jalan Wiguna. Irvan menuturkan, pihaknya akan mengurangi akses masuk kota secara bertahap. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, dan Polsek di area perbatasan.

“Sedang kami pertimbangkan pintu arah Benowo dan area Lakarsantri. Sedang dikaji dan akan koordinasi dengan kepolisian dan TNI” tutur dia.

Irvan menuturkan, pihaknya berencana menutup pintu arah Benowo dan area Lakarsantri karena terlalu banyak pintu masuk dari arah barat. Hal ini juga dilakukan agar efektif pengawasan.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Ia menegaskan, kalau kendaraan-kendaran penting saja yag diperbolehkan masuk hal itu antara lain berkaitan konstruksi, keperluan medis, aparatur, sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM). “Yang urgent tetap boleh harus sterilisasi kalau masuk kota,” kata dia.

Irvan pun mengimbau bagi warga kalau tidak ada kepentingan penting untuk ditunda dulu kepentingan masuk ke Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, diupayakan menggunakan aplikasi dan teknologi informasi untuk bekerja dan sekolah.

“Sedangkan pergerakan barang tidak ada pembatasan,” kata dia.

Pergerakan barang tidak ada pembatasan ini juga sesuai dengan aturan pemerintah. Pemerintah mengimbau agar wilayah di Indonesia juga memperhatikan ketersediaan pasokan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat hingga Lebaran 2020. Selain itu juga menjamin jaringan distribusi arus logistik lancer agar pasokan bahan pokok aman dan tetap terjamin ke ritel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini