Sukses

Pemkot Surabaya Usul Bantuan APD bagi Tenaga Medis

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya menilai bantuan pengadaan alat pelindung diri (APD) sangat diperlukan bagi dokter dan tenaga medis di rumah sakit rujukan yang menangani pasien Corona COVID-19. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya mengusulkan perusahaan yang punya keinginan membantu penanganan COVID agar mengadakan APD bagi tenaga medis.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Surabaya, Imam Siswandi menuturkan, tidak satu dan dua kali, perusahaan menanyakan kebutuhan apa yang saat ini tengah diperlukan pemkot dalam menanggulangi Corona COVID-19.

“Saya menjawab yang tidak kalah pentingnya untuk saat ini adalah APD untuk medis,” tutur dia, seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2020).

Ia menuturkan, kebutuhan tersebut harus terus didukung semua pihak lantaran dokter atau tenaga medis di rumah sakit rujukan adalah garda terdepan dari penanganan COVID-19 ini.

"Kemarin Korpri memberi bantuan masker N95 sekitar 400 potong. Saya arahkan juga termasuk pemberian APD. Supaya teman-teman tenaga kesehatan terlindungi. Jangan sampai mereka terkena (wabah) ini, karena merekalah yang merawat masyarakat. Jadi, mari bersama-sama melawan COVID-19 ini," ujar dia.

Imam menuturkan, hingga saat ini banyak bantuan di Posko Penanganan Corona COVID-19 di Balai Kota Surabaya berdatangan silih berganti, mulai dari perusahaan daerah, swasta, komunitas, universitas maupun personal atau perseorangan.

2 dari 3 halaman

Beragam Bantuan

Bantuan itu berupa bahan pembuatan minuman tradisional (pokak) yaitu jahe, kayu manis, sereh, gula merah, kapulaga dan juga telur rebus. Bahkan sampai dengan kebutuhan sembako pun mendapat bantuan dari salah satu mal di Surabaya sebanyak 1.000 paket.

Selain itu, bantuan berupa tandon, wastafel, tangki spayer botol hand sanitizer, alkohol, bilik sterilisasi tipe chamber, tempat sabun cair, kipas angin, serta tisu.

Bahkan ada pula sebagian orang yang secara pribadi memberikan donasinya tanpa menuliskan pengirimnya alias tanpa nama. Jumlahnya cukup beraneka ragam. "Bantuan itu mulai mengalir sejak tanggal 19 Maret. Setelah saya bersurat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini