Sukses

Pembatalan Perjalanan Kereta Api Daop 7 Madiun Kian Bertambah, Cek Detailnya

Saksikan video pilihan berikut ini:

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api yang berangkat dan melewati Daop setempat. Pembatalan diberlakukan mulai 24 sampai 30 April 2020 dengan alasan jumlah penumpang turun drastis.

Daop 7 Madiun membatalkan empat perjalanan kereta api, yakni Kereta Api Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong Bandung dan relasi Kiaracondong Bandung-Blitar, serta Kereta Api Bima relasi Surabaya Gubeng-Gambir dan Gambir-Surabaya Gubeng.

“Bagi penumpang yang sudah telanjur memesan tiket bisa melakukan pembtalan secara online melalui aplikasi KAI Access dan bea tiket akan dikembalikan 100 persen dan uang pembatalan akan dibayarkan dalan waktu 30 sampai 45 hari via transfer,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2020).

Mulai 24 April 2020, terdapat 44 perjalanan kereta api yang dibatalkan atau tidak beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun. Dari 44 perjalanan kereta api yang dibatalkan tersebut, sebanyak 36 kereta api batal berasal dari Daop lain, sedangkan delapan kereta api lainnya merupakan kereta api dengan keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun.

Adapun delapan perjalanan KA keberangkatan Daop 7 Madiun yang dibatalkan tersebut meliputi, Kereta Api Anjasmoro relasi Jombang-Pasarsenen PP, Kereta Api Singasari relasi Blitar-Pasarsenen PP, Kereta Api Brantas relasi Blitar-Pasarsenen PP, dan Kereta Api Kahuripan Blitar-Kiaracondong Bandung PP.

Sejauh ini, ada dua kereta api jarak jauh dan menengah yang masih beroperasi melewati Daop 7 Madiun, yakni Kereta Api Ranggajati relasi Cirebon-Jember PP dan Kereta Api Wijaya Kusuma relasi Cilacap-Ketapang PP.