Sukses

Gencar Gelar Rapid Test, Kasus Positif Corona COVID-19 Bertambah di Jatim

Liputan6.com, Surabaya - Sekdaprov Jatim, yang juga menjabat sebagai Koordinator Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jatim, Heru Tjahjono mengatakan dalam masa PSBB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur melakukan pemeriksaan rapid test secara masif.

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan memperluas cakupan tracing atau pelacakan tersebut tentu saja yang ditemukan reaktif rapid test juga semakin banyak.

"Waktu di Sidoarjo ada 500 orang (yang dilakukan rapid test) pasti ketemu ada yang direaktif terhadap rapid tersebut," ujarnya dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam, 18 Mei 2020.

"Jadi pasti jumlah (kasus Covid-19) bertambah, karena yang diperiksa juga semakin banyak, kalau dulu dipilihi," ucap Heru. 

Heru mengungkapkan, dengan cakupan tracing yang semakin banyak tersebut, diharapkan pada Mei ini merupakan puncak dari Pandemi COVID-19 sehingga setelah itu angka kasus COVID-19 turun secara bertahap.

Lebih lanjut, selain masif melakukan tracing, selama PSBB ada beberapa tindakan yang dilakukan sebagai sanksi yang melanggar poin-poin dalam surat edaran gubernur terkait PSBB. "Ada beberapa KTP yang ditahan dan sanksi tersebut sudah berjalan," ujar Heru. 

 

2 dari 3 halaman

Perkembangan Kasus Corona COVID-19 di Jawa Timur pada 18 Mei 2020

Sebelumnya, dinamika persebaran kasus Corona COVID-19 terus bertambah cukup signifikan di Jawa Timur (Jatim). Per hari ini tercatat ada penambahan 131 kasus baru sehingga total secara keseluruhan menjadi 2.281 orang. 

"Jadi hari ini diumumkan 131 kasus baru. Nanti Pak Dokter Kohar akan menjelaskan lebih detil bagaimana (penularan) 131 kasus baru ini,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada Senin malam, 18 Mei 2020.

131 kasus baru terkait Corona COVID-19 itu tersebar di 14 kabupaten/kota. Rinciannya, di Kota Surabaya sebanyak 50 kasus, Kabupaten Sidoarjo 37 kasus, Tulungangung 14 kasus, Kabupaten Gresik 8 kasus, Bojonegoro 7 kasus, dan Ponorogo serta Kabupaten Kediri masing-masing 4 kasus.

Kemudian satu kasus masing-masing di Kota Pasuruan, Kota Madiun, Kota Malang, Kabupaten Jombang, Lamongan, Sampang, dan Kabupaten Pasuruan. Adapun pasien dalam pengawasan atau PDP terkait Corona COVID-19 bertambah menjadi 5.014 pasien. Dari jumlah itu, pasien yang masih dalam pengawasan sebanyak 2.330 orang. 

"Sementara orang dalam pemantauan atau ODP bertambah menjadi 22.859 orang. Dari jumlah itu, yang masih dipantau sebanyak 4.093 orang," ujar Emil. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video di Bawah Ini