Sukses

VIDEO: Balon Udara Nyaris Bakar Rumah di Magetan

Liputan6.com, Jakarta - Usai salat Idul Fitri sejumlah warga di Ponorogo, Jawa Timur, bersuka ria, salah satunya dengan menerbangkan balon udara ukuran besar yang di bagian bawahnya tergantung ribuan petasan. Memang ini merupakan tradisi turun temurun.

Namun sayang, warga tidak memperhatikan akibat dari balon udara yang mereka terbangkan, selain bisa mengganggu lalu lintas penerbangan pesawat, petasan dan balon tersebut yang jatuh berpotensi menimbulkan kebakaran rumah dan hutan jati.

Polisi dari Sektor Sumoroto menggagalkan sejumlah penerbangan balon udara tanpa awak berukuran raksasa. Tak tanggung-tanggung, balon yang disita berukuran tinggi 30-35 meter, dengan diameter 8 meter, polisi bahkan mengamankan ribuan petasan dari berbagai ukuran yang sudah diikat pada balon. Sedikitnya 13 balon udara diamankan.

"Ini tingginya adalah 30 meter, kemudian diameternya adalah 8 meter ini yang ada di Sumoroto," ujar AKBP Arief Fitrianto, Kapolres Ponorogo.

Sementara itu di Magetan, Jawa Timur, sebuah balon raksasa jatuh di permukiman warga dan nyaris membakar rumah. Menurut warga, balon dengan panjang lebih dari 8 meter dan lebar 6 meter itu jatuh pada Minggu malam.

Saat itu, lebih dari 10 balon melintas di langit Magetan. Namun, satu di antaranya jatuh di permukiman padat penduduk. Berikut video pemberitaannya pada Fokus, 26 Mei 2020.

"Ya agak panik, karena salah satu balon jatuh di atas rumah dan masih ada apinya," ungkap Joko Setyono, warga.

Hingga kini polisi masih menyelidiki asal usul puluhan balon raksasa yang beterbangan di langit Kota Magetan. Polisi akhirnya menindak tegas pelaku penerbangan balon udara yang bisa membahayakan arus lalu lintas penerbangan.