Sukses

Top 3 Surabaya: Penjelasan Gubernur Khofifah Terkait Gaduh Mobil PCR BNPB

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menanggapi  kegaduhan antara Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya terkait mobil labolatorium khusus Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Khofifah menuturkan, Kabupaten Trenggalek memiliki jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 593 orang. Terbanyak kedua setelah Surabaya. Dengan angka kematian PDP yang menyentuh 175 orang. 

"Separuhnya (pasien PDP) itu sudah meninggal tapi belum sempat di tes, keburu meninggal," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu malam, 30 Mei 2020.

Artikel penjelasan Gubernur Khofifah terkait gaduh mobil PCR BNPB menyita perhatian di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler yang dirangkum pada Senin, (1/6/2020):

1.Penjelasan Gubernur Khofifah Terkait Gaduh Mobil PCR BNPB

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menanggapi  kegaduhan antara Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya terkait mobil labolatorium khusus Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Khofifah menuturkan, Kabupaten Trenggalek memiliki jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 593 orang. Terbanyak kedua setelah Surabaya. Dengan angka kematian PDP yang menyentuh 175 orang. 

"Separuhnya (pasien PDP) itu sudah meninggal tapi belum sempat di tes, keburu meninggal," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu malam, 30 Mei 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Khofifah Perpanjang Masa Belajar Daring Siswa SMA/SMK

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memutuskan, memperpanjang masa kegiatan belajar mengajar para siswa secara daring atau online di tengah pandemi COVID-19.

Khofifah Indar Parawansa menuturkan, proses belajar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur, akan dimulai pada 2 Juni 2020, dengan menggunakan metode daring hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

"SMA dan SMK, itu masuk pada 2 Juni 2020, itu pembelajaran di rumah. Mereka belajar di rumah, sampai ada penjelasan berikutnya," kata Khofifah, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 31 Mei 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Hadapi Pandemi COVID-19, Risma Ingatkan untuk Terus Berinovasi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menyampaikan sejumlah pesan kepada generasi muda Surabaya dalam rangka Hari Jadi Surabaya ke-727. Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya kali ini juga berbeda lantaran ada pandemi COVID-19.

Risma menyapa masyarakat Surabaya lewat media sosial yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya. Risma mengingatkan kepada generasi muda mulai dari pelajar SD hingga perguruan tinggi untuk tetap semangat sehingga mencapai keberhasilan. Hal itu meski pandemi COVID-19 yang sedang terjadi.

"Kalian harus bisa berhasil, sekali lagi pandemi COVID-19 ini harus pastikan bukan halangan untuk menjadi maju, untuk jadi sukses,” ujar Risma, Minggu, 31 Mei 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini