Sukses

Kurangi Beban RS Rujukan di Surabaya, Pasien Gejala Ringan Dirujuk ke RS Darurat

Liputan6.com, Surabaya - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengakui jika Surabaya, jumlah pasien positif Corona COVID-19 begitu besar.

Sedangkan antara rumah sakit yang tersedia dengan jumlah PDP dan positif Corona COVID-19 itu tidak cukup lagi. Jumlah pasien konfirmasi positif COVID-19 per 1 Juni 2020 bertambah 95 pasien sehingga total di Jawa Timur ada 4920 kasus. Dari jumlah tersebut yang masih menjalani perawatan hingga saat ini berjumlah 3.775 pasien. Sedangkan total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 6.687 pasien, dan yang masih diawasi ada 3.202 pasien. 

Dari total jumlah pasien positif COVID-19, Surabaya menjadi penyumbang terbanyak dengan akumulasi mencapai 2.633 pasien COVID-19. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Joni, tidak semua pasien positif COVID-19 dan PDP harus dirawat di RS rujukan atau di ruang isolasi.

"Di pedoman tata laksana Covid-19 Kemenkes, kalau gejalanya ringan bisa isolasi di rumah dengan monitor ketat oleh Nakes. Kalau (gejala klinisnya) sedang baru ke rumah sakit," ujarnya dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam (1/6/2020). 

Joni mengatakan, saat ini Pemprov Jatim telah menyiapkan RS Darurat di Jalan Indrapura, Surabaya khusus untuk pasien Corona COVID-19 dengan gejala klinis ringan yang tidak memungkinkan untuk isolasi di rumah, karena kondisi rumah yang terlalu kecil atau faktor lainnya.

"Untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan, kita juga menghubungi agar yang gejala klinisnya ringan atau sudah membaik bisa direfer (rujuk) ke RS Darurat. Dengan begitu, RS rujukan bisa difokuskan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala klinis yang berat," ucap Joni. 

 

2 dari 3 halaman

Jumlah Pasien Positif Corona COVID-19 di Jatim pada 1 Juni 2020

Tercatat ada tambahan 95 pasien baru Corona COVID-19 di Jawa Timur hingga Senin, 1 Juni 2020. Total keseluruhan pasien baru Corona COVID-19 mencapai 4.920 pasien di Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, Surabaya masih tetap menjadi penyumbang terbanyak yaitu 2.633 kasus. Saat ini Kota Pahlawan tidak hanya kategori zona merah biasa, tapi bahkan merah tua. 

"Kemudian ada yang tanya, itu (di peta COVID-19 Jatim) kok ada yang hitam, itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 (kasus) sekian, (zonanya) merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian (Surabaya) merah tua," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam (1/6/2020). 

Penambahan 95 pasien baru positif Corona COVID-19 itu tersebar di 19 kabupaten/kota. Rinciannya, 25 pasien di Kota Surabaya, 14 pasien di Kota Batu, 11 pasien di Kabupaten Jombang, sembilan di Sidoarjo, lima kasus di Gresik, dan empat pasien masing-masing di Kabupaten Kediri, Bondowoso, dan Bojonegoro.

Kemudian tiga pasien di Kabupaten Lamongan, dua pasien masing-masing di Kabupaten Malang, Nganjuk, Trenggalek, dan Jember, kemudian satu pasien masing-masing di Kota Madiun, Kota Malang, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Mojokerto. 

Khofifah bersyukur karena pada Senin terdapat pasien positif yang baru sembuh dengan jumlah mencapai 45 orang. Dengan demikian, total pasien positif Corona COVID-19 yang sembuh di Jatim sementara ini sebanyak 699 orang atau setara 14,21 persen. Ia menyampaikan apresiasi yang sangat kepada seluruh tenaga medis yang bekerja. 

Akan tetapi, terdapat enam pasien positif Corona COVID-19 pula yang baru dinyatakan meninggal dunia, sehingga total sementara ini yang meninggal sebanyak 418 orang atau setara 8,50 persen dari total kasus. Khofifah menyampaikan duka yang sangat mendalam atas kabar sedih itu. Ia berharap, ke depan angka kematian bisa diperkecil dan angka kesembuhan bisa diperbanyak.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP bertambah menjadi 6.687, namun yang masih diawasi sebanyak 3.202 pasien atau setara 47,88 dari total PDP. Sementara jumlah orang dalam pemantauan atau ODP kini sebanyak 24.737, tapi yang masih dalam pantauan sebanyak 4.058 orang atau 16.40 persen dari total ODP. 

Jumlah orang tanpa gejala atau OTG masih tinggi, yaitu di angka 18.647 orang. Khofifah menyebut angka tersebut setara dengan 34 persen sehingga tetap diperlukan kewaspadaan berganda bagi masyarakat agar upaya menekan angka Corona COVID di Jatim bisa dicapai. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini