Sukses

RSJ Menur Surabaya Rawat Tujuh ODGJ Positif Corona COVID-19

Liputan6.com, Surabaya - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya saat ini merawat tujuh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terkonfirmasi positif Corona COVID-19. 

Direktur RSJ Menur Surabaya, Moch. Hafidin Ilham mencatat, ada 12 ODGJ yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di rumah sakit Menur.

Pemeriksaan melalui tes swab atau polymerase chain reaction (PCR) telah dilakukan pada 12 ODGJ tersebut. Hasilnya disebutkan ada tujuh orang yang dinyatakan positif Covid-19, dan kini masih menjalani perawatan. 

"Dari 12 pasien kemarin dengan gangguan jiwa yaitu PDP, setelah tes dua kali yang lima negatif dan kami pulangkan. Saat ini kami sedang merawat tujuh ODGJ dengan Covid-19," ujar Ilham dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020) malam. 

RSJ Menur Surabaya masuk dalam salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 yang disediakan Pemprov Jatim. Tidak hanya merawat pasien dengan ODGJ, rumah sakit milik pemprov itu juga menyediakan ruang perawatan bagi pasien terjangkit virus SARS CoV-2. 

"Saya sampaikan bahwa saat ini RSJ Menur menyediakan tempat tidur untuk pasien Covid-19 112 unit. Diantaranya ada 17 tempat tidur yang kami siapkan untuk pasien jiwa yang dicurigai Covid-19," ucap Ilham. 

 

2 dari 3 halaman

Pasien Sembuh dari Corona COVID-19 di Jawa Timur

Sebelumnya, pasien positif Corona Covid-19 Jawa Timur yang dinyatakan sembuh bertambah pada 2 Juni 2020. Bahkan jumlah pasien sembuh dari Corona COVID-19 mencapai 100 orang sehingga total menjadi 799 orang atau setara 15,57 persen pada 2 Juni 2020. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pun menyampaikan, apresiasi yang sangat tinggi  kepada seluruh tenaga medis dan para medis yang bekerja keras luar biasa.

"Terus meningkatnya angka kesembuhan di Jatim ini berkat kerja keras tim tenaga kesehatan di 38 Kabupaten/Kota. Perang melawan covid-19 ini belum berakhir, jadi kepada masyarakat dimohon tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (2/6/2020). 

Sementara itu, per hari ini juga terdapat penambahan pasien sebanyak 194 kasus baru, sehingga total kasus positif Jatim bertambah hingga 5.132. 

Adapun jumlah pasien meninggal secara keseluruhan berjumlah 429 orang. Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6.754, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 24.923, dan total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 18.792. 

Khofifah mengatakan, dirinya berharap ke depan angka kematian di Jatim bisa terus ditekan bahkan sampai nol  dan angka kesembuhan bisa semakin bertambah. 

Selain itu, pasien yang sembuh dapat turut serta mengkampanyekan dan mengedukasi masyakarat untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya dan diri sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Dia menuturkan, akan lain ceritanya jika para penyintas COVID-19 ini yang mengedukasi masyarakat. Karena referensi dalam proses tersebut berasal dari pengalaman pribadi. 

"Kita harus gotong royong menyelesaikan wabah ini. Tidak bisa hanya pemerintah atau tim tenaga kesehatan  saja, tapi semua elemen masyarakat punya kewajiban yang sama," imbuhnya. 

Khofifah menambahkan, COVID-19 ini merupakan penyakit yang menjangkiti seluruh kalangan usia, tidak terkecuali. Baik dewasa, remaja, lansia, sampai dengan bayi atau balita

"Tidak ada istilah kebal. Semua punya potensi yang sama untuk tertular. Maka dari itu, tetap waspada dan tidak menyepelekan," pungkasnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini