Sukses

Polisi Bantah Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajad Bayar Denda Rp 100 Juta

Liputan6.com, Jakarta - Polisi di Lamongan membantah kabar memberikan denda Rp 100 juta kepada Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) KH Abdul Gofur. Hal ini terkait PPSD tidak meliburkan santri dan pengajian rutin saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tidak. Lamongan tidak PSBB," ujar Kapolres Lamongan, AKBP Harun, saat dihubungi Liputan6.com, lewat pesan singkat, Rabu (3/6/2020).

Polisi pun menyampaikan video bantahan dari Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) KH Abdul Gofur mengenai hal tersebut.

"Saya KH Abdul Gofur, pengasuh Pondok Sunan Drajad menyatakan berita yang viral di media, sosial, terkait masalah  Pondok Pesantren Sunan Drajat membayar denda Rp 100 juta kepada Polresta Lamongan tidak benar, sampai saat ini Pondok Pesantren Sunan Drajad selalu berhubungan baik dengan pihak maupun dan pihak manapun khusus, dengan Polres Lamongan dan selalu dilakukan koordinasi," ujar dia dalam video tersebut.

Beredar pesan di layanan pesan singkat atau percakapan mengenai Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) didenda Rp 100 juta oleh Polres Lamongan, sebab tidak meliburkan santrinya dan pengajian rutin saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

2 dari 3 halaman

Sungai Asinan Meluap Akibatkan Banjir di Lamongan, Pemprov Jatim Kirim 1.000 Paket Sembako

Sebelumnya, hujan deras yang terjadi di wilayah utara Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sejak Selasa, 26 Mei 2020 dini hari membuat Sungai Asinan di perbatasan Brondong-Paciran meluap.

Akibatnya, empat unit rumah di wilayah Desa Blimbing, Paciran rusak dan jalan raya di pinggir jembatan tergenang air hingga ketinggian satu meter. Selain itu, jalan di sekitar Jembatan Sumberagung dan jalan di dekat jembatan lingkar Blimbing, Paciran juga amblas menutup separo sungai.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun memberikan bantuan 1.000 paket sembako untuk warga terdampak banjir di Lamongan, khususnya di Kecamatan Paciran dan Brondong akibat hujan deras yang melanda wilayah setempat.

"Saya juga meminta BPBD Jatim berkoordinasi dengan BPBD Lamongan dan meminta jajarannya mengirim bantuan sembako untuk korban luapan sungai," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu, 27 Mei 2020, seperti dikutip dari Antara.

Khofifah juga memerintahkan BPBD Jatim turun ke lapangan guna melakukan langkah strategis dan mendata warga terdampak.

Kendati dilanda musibah, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut meminta warga terdampak banjir untuk tetap bersabar, terlebih luapan sungai juga terjadi di saat pandemi COVID-19.

Sementara itu, bantuan paket sembako yang dikirimkan Pemprov Jatim setiap paketnya terdiri dari lima kilogram beras, satu kilogram gula pasir, 10 butir telur ayam, 10 bungkus mi instan, dan biskuit.

Selain itu, karena saat ini juga masih dalam suasana pandemi COVID-19, paket ditambah tas kecil berisi paket vitamin, masker dan cairan pembersih tangan.

"Semoga bisa membantu meringankan beban warga terdampak. Kami berharap semua daerah di Jatim yang memiliki kerawanan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini