Sukses

Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana Jalani Karantina Mandiri

Liputan6.com, Surabaya - Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menjalani karantina mandiri setelah dirinya melakukan kunjungan kerja menyapa warga Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya ini menceritakan, awalnya ia mendapat kabar pemulangan 15 warga yang tengah menjalani karantina di sebuah hotel kawasan Gubeng Surabaya, Sabtu pekan lalu.

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa WS ini ingin menguatkan dan menyemangati warga. WS berniat untuk menyambangi beberapa warga pascakarantina tersebut. Sekaligus ingin mendengar pengalaman selama menjalani karantina pada minggu sore kemarin.

Saat itu, banyak warga karantina mengeluh dan melaporkan tidak adanya pendampingan tenaga perawat, selimut, hingga vitamin dan makanan membuat raut muka orang nomor dua di Pemkot Surabaya ini terkejut.

"Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan di lapangan," ujar WS, Rabu (3/6/2020).

Rasa terkejut WS tidak sampai di situ. Sebab, dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif Corona COVID-19, ternyata diralat oleh pihak Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungan WS. Lima di antara warga tersebut kembali dinyatakan positif.

"Iya ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif," ucap WS.

2 dari 3 halaman

Jalani Karantina Mandiri

WS menyatakan laporan temuan di lapangan menyoal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat sudah disampaikan via telpon kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.Alumnus ITS Surabaya ini sekaligus meminta izin kepada Risma untuk menjalani karantina mandiri.

”Iya sekaligus (Meminta izin). Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan,” ucap WS.

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menyatakan, dirinya akan menjalani karantina mandiri. "Insyallah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini resiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya,” ujar WS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini