Sukses

VIDEO: Apresiasi Pemerintah bagi Tenaga Medis yang Gugur Saat Bertugas Tangani COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Seorang perawat yang diketahui terpapar COVID-19 di Rumah Sakit Gotong Royong, Surabaya meninggal dunia, usai melahirkan bayinya dengan operasi caesar.

Sang bayi dinyatakan positif COVID-19, dan masih menjalani perawatan. Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberi santunan kepada tenaga medis yang meninggal dalam tugas merawat pasien COVID-19.

Bertambah satu lagi perawat di Jawa Timur yang gugur karena COVID-19, Vivitra Wallada perawat Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya meninggal dunia, Rabu dini hari, setelah melahirkan bayinya melalui operasi caesar.

Bayi yang dilahirkannya pun terinfeksi COVID-19, dan kini dirawat secara intensif. Dengan demikian, total perawat di Jawa Timur yang meninggal karena COVID-19, menjadi delapan orang. Perhatian lebih diberikan untuk kesehatan perawat dan tenaga medis lainnya.

"Kita harus mengupayakan bagaimana pemeriksaan secara masif terutama bagi perawat, yaitu, pemeriksaan PCR secara berkala," ungkap Prof Nursalam, Ketua DPW PPNI Jatim.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengapresiasi kerja keras para dokter dan tenaga kesehatan dalam merawat pasien COVID-19 di Jawa Timur, termasuk Surabaya.

Menkes Terawan memberi santunan kepada tenaga medis yang meninggal, di antaranya satu dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, satu dokter dari RSUD Sidoarjo dan satu tenaga kesehatan. Berikut seperti diberitakan pada Liputan6, 25 Juni 2020.

"Saya mewakili Bapak Presiden memberikan santunan kepada keluarga dokter, maupun tenaga medis perawat yang sudah meninggal, karena perjuangannya di dalam menangani COVID-19, kami juga memberikan penghargaan,” jelas Terawan, Menteri Kesehatan RI.

Saat ini, jumlah perawat yang positif COVID-19 di Jawa Timur, telah mencapai 124 orang.