Sukses

VIDEO: Kampung Tangguh di Surabaya Tekan Sebaran COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Tren kasus Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur dari kelas ekonomi menengah ke bawah menurun dalam beberapa waktu terakhir. Namun, jumlah pasien COVID-19 dari kelas ekonomi menengah ke atas meningkat mencapai 90 persen.

Salah satu penyebab tingginya jumlah pasien COVID-19 dari kelas ekonomi menengah ke atas, karena mereka sering bepergian ke luar kota dan luar negeri. Berikut seperti dilansir pada Liputan6, 1 Juli 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma), saat memberikan alat pelindung diri (APD) ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa siang.

"Rata-rata mereka tinggal di kawasan perumahan menengah atas, mungkin ada yang perjalanan ke luar negeri atau ke mana begitu, karena kemarin kita cocokkan ada satu orang ternyata dia perjalanan dari luar negeri," kata Risma, Wali Kota Surabaya.

Sementara itu, Risma i juga menambahkan menurunnya jumlah kasus COVID-19 dari kelas ekonomi menengah ke bawah dipengaruhi keberadaan kampung tangguh di setiap perkampungan di Surabaya.