Sukses

VIDEO: Alasan Peserta UTBK SBMPTN di Surabaya Wajib Ikuti Rapid Test

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan calon mahasiswa peserta UTBK ini mulai mendatangi salah satu laboratorium klinik di Jalan Dharmawangsa, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu pagi. Para peserta UTBK ini mendaftarkan diri menjalani rapid test guna persiapan mengikuti UTBK SBMPTN yang digelar 5 Juli 2020.

Meski dilakukan untuk memantau kesehatan, sejumlah calon siswa maupun orang tua keberatan, karena biaya test Rp 200 ribu dinilai cukup mahal. Belum lagi pengumuman persyaratan yang mendadak. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, (5/7/2020).

Sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan edaran yang mewajibkan rapid test bagi peserta UTBK. Bagi peserta UTBK asal Surabaya yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah atau memiliki Kartu Indonesia Pintar kuliah, Pemerintah Kota Surabaya memberikan bantuan rapid test gratis.

“Terkait rapid test ini, Pemerintah Kota Surabaya memberikan bantuan kepada para peserta UTBK, terutama yang memiliki Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan yang masuk data MBR Kota Surabaya, rekan-rekan ini bisa melakukan rapid test gratis di 63 Puskesmas,” jelas Febriaditya, Kabag Humas Pemkot Surabaya.

Pihak Pemerintah Kota Surabaya menyatakan, kewajiban rapid test untuk peserta UTBK tersebut, bertujuan untuk melindungi para peserta UTBK dan warga Surabaya dari penularan COVID-19.