Sukses

Cara Dosen Unair Surabaya Memperbaiki Genetik Sapi Lokal

Liputan6.com, Surabaya- Semangat pengabdian masyarakat dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tidak luntur di tengah pandemi Corona Covid-19. Bekerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, para dosen berupaya memperbaiki genetik sapi lokal dengan metode inseminasi buatan.

Inseminasi buatan ini menggunakan semen yang berisi spermatozoa Y pejantan sapi Simental di Kecamatan Kedungpring Lamongan.

“Diharapkan, pengabdian dapat menghasilkan produk unggul dengan anak berjenis kelamin jantan,” ujar Wurlina, pendamping kegiatan, seperti yang dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa (7/7/2020).

Dalam kegiatan itu, tim pengabdian melakukan sexing yaitu pemisahan spermatozoa X dan Y menggunakan metode Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll (SGDP).

Menurut Wurlina, metode SGDP merupakan cara pemisahan spermatozoa X dan Y berdasarkan besar dan berat kepala spermatozoa tersebut, sehingga pada kecepatan sentrifugasi tertentu dan waktu yang sesuai akan terjadi pemisahan spermatozoa X dan Y.

Kemudian, tim juga menggunakan Gradient Densitas Percol sebagai bahan pemisah spermatozoa, yang tidak beracun bagi spermatozoa tersebut. Pembuatan straw yang hanya berisi spermatozoa Y bekerjasama dengan BBIB Singosari. Setiap straw mengandung 25 juta spermatozoa Y yang akan diinseminasikan pada betina sapi lokal yang telah siap untuk dikawinkan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dewa Ketut Meles dan beranggotakan Mas’ud Hariadi, dan Imam Mustofa dari FKH Unair Surabaya.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: