Sukses

Pemkot Surabaya Berupaya Tekan Penyebaran COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19.

Jumlah pasien COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur termasuk banyak di Jawa Timur. Hingga 8 Juli 2020, tercatat angka kumulatif konfirmasi mencapai 6.681 orang di Surabaya. Tercatat pada 7 Juli 2020, pasien positif COVID-19 mencapai 6.573 orang. 

Selain Surabaya, Kabupaten Sidoarjo mencatat pasien positif COVID-19 sebanyak 2.166 orang dan Kabupaten Gresik sebanyak 1.005 orang pada 8 Juli 2020.

Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 mencapai 3.143 orang di Surabaya pada 8 Juli 2020. Di satu sisi, pasien meninggal karena Corona COVID-19 sebanyak 557 orang.  Hal itu berdasarkan data lawancovid-19.surabaya.go.id

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, M.Fikser menuturkan, banyaknya pasien positif COVID-19 juga dipengaruhi pemeriksaan swab yang masif.

Selain itu, hasil pemeriksaan swab membutuhkan waktu sehingga pengaruhi besarnya data positif COVID-19 di Surabaya.

"Itu juga pemeriksaan swab. Swab hari ini bisa saja keluarnya baru beberapa hari kemudian. Bisa satu-satu dan gelondongan. Data-data keluar itu bisa saja dari pemeriksaan swab minggu lalu. Ini pengaruhi angka besarannya," ujar Fikser, saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (9/7/2020).

Selain itu, menurut Fikser, kesadaran masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya dengan tes COVID-19 juga turut pengaruhi jumlah kasus COVID-19.  Fikser menambahkan, sejumlah perusahaan juga meminta untuk tes COVID-19 sehingga hasilnya ditemukan semakin banyak.

"Jadi dari Pemerintah Kota Surabaya melakukan tes masif, juga dari kesadaran masyarakat memeriksakan diri," kata Fikser.

2 dari 3 halaman

Wilayah Ini Jadi Perhatian Pemkot Surabaya

Fikser menuturkan, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan COVID-19, seperti gerakan bagi masker, pemberian sanksi, sosialisasi protokol kesehatan masif kepada masyarakat.

"Gerakan bagi masker di pasar-pasar, physical distancing, sanksi lebih dipertegas dengan memberikan makanan kepada ODGJ di Liponsos, ini sebagai upaya memutus rantai penularan COVID-19," ujar dia.

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan operasi di tempat-tempat keramaian seperti di mal, dan tempat lainnya untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kalau di suatu kampung ditemukan kasus positif 6-7 maka itu satu gang akan di lock. Masyarakat, camat dan lurah akan beri bantuan makanan,” kata dia.

Fikser menambahkan, ada sejumlah wilayah yang menjadi fokus pemerintah kota Surabaya untuk menekan COVID-19 antara lain di Kecamatan Tambaksari, Gubeng, Tandes.

"Ada sekitar 5-10 kecamatan. Kami lebih gencar lagi melakukan operasi di wilayah itu mulai dari operasi masker. Dan kalau ada di temui kasus positif maka akan di lock gang di situ, jadi microlock. Diperbantukan makanannya (bagi masyarakat-red),” kata dia.

Fikser menuturkan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan tingkat kesembuhan dari Corona COVID-19 di Surabaya.

"Kami berikan vitamin, makanan bergizi di rumah sakit menangani pasien orang tanpa gejala. Kemudian ada olahraga senam, instrukturnya uga memakai baju hazmat, jarak di jaga saat olahraga, dan kemudian dilakukan swab secara berkala,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini