Sukses

Pasien Corona COVID-19 Tembus 15.000 Orang di Jawa Timur pada 9 Juli 2020

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur masih mencatatkan kasus baru Corona COVID-19 terbanyak di Indonesia tetapi berada di posisi dua pada Kamis, 9 Juli 2020. Ada tambahan pasien baru Corona COVID-19 sebanyak 517 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto menuturkan, ada pemeriksaan sebanyak 23.832 spesimen sehingga total 982.069 spesimen. Dari pemeriksaan tersebut didapatkan kasus konfirmasi positif Corona COVID-19 sebanyak 2.657 kasus. Total pasien positif COVID-19 menjadi 70.736 orang.

Ia menuturkan, rincian kasus konfirmasi positif itu antara lain di Jawa Barat terdapat 962 kasus baru dan dilaporkan 27 sembuh. DKI Jakarta mencatat 284 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan 221 sembuh.

Sulawesi Selatan mencatat 130 kasus dan 189 sembuh, Sulawesi Utara mencatatkan 126 kasus baru dan 27 sembuh, Jawa Tengah melaporkan 120 kasus dan 30 sembuh. Lalu Kalimantan Selatan mencatat 108 kasus dan 23 sembuh, Sumatera Utara sebanyak 108 kasus dan 11 sembuh.

"Jawa Timur melaporkan 517 kasus baru dan 263 sembuh,” ujar dia, Kamis (9/7/2020).

Berdasarkan laporan media harian Corona COVID-19 9 Juli 2020 pukul 12.00 WIB, tambahan pasien baru positif COVID-19 sebanyak 517 orang sehingga total menjadi 15.484 orang di Jawa Timur. Angka ini termasuk tertinggi di Indonesia. Kemudian disusul DKI Jakarta sebanyak 13.488 orang.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 263 orang, dan termasuk tinggi sehingga total 5.582 orang. Di satu sisi pasien meninggal bertambah 23 orang menjadi 1.125 orang di Jawa Timur hingga Kamis, 9 Juli 2020.

"19 provinsi laporkan kasus di bawah 10 dan empat provinsi tak ada penambahan kasus sama sekali,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Masyarakat Diimbau untuk Pakai Masker dan Jaga Jarak

Ia mengatakan, pasien sembuh dari Corona COVID-19 mencapai 1.066 orang sehingga total sembuh mencapai 32.651 orang. Di satu sisi, pasien meninggal bertambah 58 orang sehingga menjadi 3.417 orang.

"Total 457 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Kita masih lakukan pemantauan ketat terhadap 38.498 ODP dan 13.732 pasien dalam pengawasan," kata dia.

Yurianto menuturkan, penambahan pasien di luar klaster karena kurangnya disiplin memakai masker. Penularan COVID-19 dari droplet orang sakit.

"Droplet ukuran kecil memiliki waktu cukup lama bisa hilang dari lingkungan terutama tertutup dan ventilasi kurang sehingga melayang relatif lama," ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar memakai masker apapun alasannya untuk melindungi. Kemudian menjaga jarak, sering rajin cuci tangan, memakai masker.

"Bekerja di ruang kantor pastikan sirkulasi udara, ventilasi terganti udaranya. Kemudian sebisa mungkin kalau dapat akses dapatkan udara segara, hal serupa di kendaraan kita sempatkan di pagi hari membuka jendela mobil beri ruangan tergantikan udara baru berasal dari luar," kata dia.

Ia pun menegaskan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut merupakan cara untuk terbebas dari penularan COVID-19 yang dilakukan bersama-sama konsisten dan disiplin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini