Sukses

VIDEO: Mendulang Pundi-Pundi Rupiah dari Beternak Burung Murai Batu Medan

Liputan6.com, Jakarta - Postur gagah, serta kicauannya yang lantang membuat burung murai batu medan begitu populer, sehingga harganya pun selangit. Namun siapa sangka, untuk membudidayakan burung istimewa endemik hutan Sumatera ini ternyata cukup mudah. Penasaran? Berikut liputannya untuk Anda, pada program Fokus, 8 Juli 2020.

Di rumah Andi Susanto, di Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember, inilah burung murai batu medan dibudidayakan. Halaman belakang rumah yang tidak terlalu luas bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha burung endemik dari hutan Sumatera tersebut.

Cara budi daya juga relatif mudah, dengan kandang berukuran 1x2 meter. Sepasang murai batu medan hanya butuh waktu satu minggu untuk dikawinkan. Dengan pakan teratur berupa jangkrik ataupun ulat, seekor anakan berumur 2 bulan mulai bisa dilatih cara berkicau.

Murai batu medan selama ini cukup populer karena posturnya yang gagah, juga kicauannya yang merdu dan lantang. Selain itu, bisa meniru kicauan hampir semua jenis burung, seperti kenari, cililin, hingga burung gereja.

Murai batu medan juga bisa dilatih meniru burung jenis lain, dengan cara diputarkan rekaman suara. Karena itu, harganya cukup mahal. Untuk anakan dijual mulai Rp 1 juta, sedangkan indukan siap kontes, bisa mencapai Rp 35 juta per ekor. Sehingga menjadikan peluang usaha menjanjikan sekaligus upaya pelestarian.

Dari kegiatan penangkaran ini, Andi bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan. Bagaimana, tertarik ikut membudidayakan burung flamboyan ini ?