Sukses

Ormas Getol Turun ke Jalan di Tengah Pandemi COVID-19, Tuntut Tolak RUU Omnibus Law

Liputan6.com, Surabaya - Puluhan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mengatasnamakan Gerakan Omnibus Law (Getol) turun ke jalan di Depan Gedung Negara Grahadi, Senin (13/7/2020). Mereka menuntut menolak pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU)/ RUU Omnibus Law

"Ayo kita kumpul (di samping mobil komando). Jaga jarak, jaga jarak," kata orator aksi di depan Gedung Negara Grahadi. 

Perwakilan Getol Habibus Salihin mengakui, punya alasan tetap menggelar aksi di tengah pandemi COVID-19. "Kami juga menghargai pemerintah yang menangani Covid-19. Tapi lagi-lagi pemerintah di pusat tidak pernah menghargai para pekerja atau buruh," ujar Habibus. 

Ia menyayangkan, pemerintah pusat tetap membahas RUU Omnibus Law di tengah pandemi. Bahkan ada beberapa seperti RUU Minerba yang sudah disahkan. 

"Hari ini teman-teman mengambil perwakilan saja. Ini bentuk menghargai pemerintah. Kalau misalkan yang kami mau banyak, bisa banyak lebih dari seribu orang," tutur dia. 

2 dari 3 halaman

Bakal Ada Aksi Massa Lebih Besar

Habibus yang juga Kepala Bidang Buruh dan Miskin Kota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya itu menilai tetap harus menjalankan aksi penolakan RUU Omnibus Law. Bukan hanya penundaan pembahasan.

"RUU Omnibus Law dan RUU lainnya yang membahayakan rakyat dibatalkan semua," ujar dia. 

Apabila pembahasan RUU yang dianggap menyengsarakan rakyat terus berlanjut, Habibus menyebut akan ada aksi massa yang lebih besar pada 16 Juli 2020.

"Kalau misalkan kami lihat situasi, apabila tanggal 16 Juli tetap dilakukan pembahasan, maka kemudian tidak mungkin teman-teman diam saja. Artinya teman-teman pada tanggal 16 Juli 2020 pasti kami kembali ke jalan," terangnya. 

Habibus mengungkapkan aksi tanggal 16 Juli 2020 akan dihadiri sebanyak 2500 massa. "Lokasi masih belum kami tentukan di mana. Tinggal perkembangan nanti," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini