Sukses

VIDEO: Mahasiswa di Jember Bikin Plastik Berbahan Nabati

Liputan6.com, Jakarta - Jika selama ini plastik kerap jadi masalah bagi lingkungan karena sifatnya tidak mudah diurai, tetapi sekelompok mahasiswa di Jember, Jawa Timur, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan dari campuran tongkol jagung dan ekstrak kulit kopi.

Tanpa mengurangi fungsinya sebagai pembungkus yang awet, inovasi bio plastik satu ini justru aman sekali pun untuk dimakan. Berikut video pemberitaannya pada Fokus,11 Juli 2020.

Mahasiswi Politeknik Negeri Jember ini, sibuk memotong kue dodol, lalu membungkusnya dengan plastik. Namun, bukan plastik biasa, tapi plastik yang dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan atau disebut bio plastik.

Plastik ramah lingkungan ini dibuat dari bahan-bahan nabati yakni, campuran bahan ekstrak kulit kopi dan tongkol jagung. Bahkan bio plastik ini aman untuk dimakan, tanpa mengubah rasa ataupun bau makanan yang dibungkus.

Inovasi plastik ramah lingkungan ini, membutuhkan penelitian selama setahun. Prosesnya yakni, tongkol jagung dijadikan sebagai serbuk pengental. Selanjutnya dicampur dengan air, gliserol, serta ekstrak kulit kopi yang mengandung anti oksidan tinggi dan berfungsi untuk membunuh bakteri.

Cairan bio plastik yang mengental, selanjutnya dicetak pada lembaran kaca, lalu dikeringkan dalam oven dan siap digunakan sebagai pembungkus. Pembuatan bio plastik ini sendiri berawal dari keprihatinan banyaknya limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang.

Inovasi bio plastik ini hingga kini masih terus disempurnakan di Laboratorium Analis Teknologi Industri Pangan Politeknik Negeri Jember. Sehingga diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan plastik bagi lingkungan.