Sukses

Kantor Dinkes dan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar Tutup Sementara, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar menggelar tes usap atau tes swab di dua lokasi yakni Dinas Kesehatan dan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Tes usap ini dilakukan setelah ada temuan aparatur sipil negara (ASN) yang dinyatakan positif COVID-19.

"Jumlah swab (tes usap) pada hari ini yang sudah kami lakukan kurang lebih 225 orang," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti di Blitar, seperti dikutip dari Antara.

Pihaknya mengungkapkan tes usap pada ASN itu dipusatkan di dua lokasi, yakni Dinas Kesehatan dan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar.

"Kenapa dilakukan swab, karena di Dinas Kesehatan kemarin telah dinyatakan satu positif COVID-19. Untuk memutus mata rantai ini, maka dilakukan tracing (pelacakan) dan supaya penularan ini bisa kita cegah kita swab dua tempat," kata dia.

Untuk temuan kasus positif COVID-19 di Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar ada empat ASN yang telah dinyatakan positif COVID-19. Pihaknya juga sudah merencanakan untuk dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di dua kantor tersebut. Lokasi kantor tersebut untuk sementara waktu juga ditutup.

Rencananya, penutupan aktivitas sementara pada dua kantor tersebut dilakukan mulai Kamis, 6 Agustus 2020, dan ASN baru masuk kembali ke kantor pada Senin pekan depan.

"Rencana semua akan dilakukan pemberian disinfektan, demikian juga di Dinas Kesehatan. Penutupan mulai Kamis, 6 Agustus 2020 masuk hari Senin," kata Krisna Yekti.

2 dari 3 halaman

Imbau Warga Tetap Waspada

Jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Blitar pada Selasa, 4 Agustus 2010 terdapat 207 orang telah dinyatakan positif COVID-19. Namun, dari jumlah tersebut angka kesembuhan pasien yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 juga cukup besar.

Diketahui ada 127 orang yang telah dinyatakan sembuh. Untuk sisanya, yakni 80 orang lainnya hingga kini masih dilakukan observasi kondisi kesehatan mereka, sedangkan ada 12 lainnya yang telah meninggal dunia.

Pihaknya juga mengimbau warga agar tetap waspada, rutin melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rajin cuci tangan, menggunakan masker, dan menerapkan jaga jarak.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini