Sukses

Warga Magetan Temukan Tumpukan Batu Tersusun, Situs Sejarah?

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah warga Desa Panggung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menemukan tumpukan batu bata terstruktur diduga merupakan situs bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi.

Tumpukan batu bata berukuran hingga dua kali lipat dari bata biasa tersebut ditemukan oleh Agung Setiawan saat kerja bakti hendak menanam pohon pisang di kebun dekat punden yang ada di Desa Panggung, Kecamatan Barat, Magetan.

"Saat itu kami sedang bekerja bakti hendak tanam pisang. Ketika menggali tanah sedalam setengah meter tiba-tiba mata cangkul mengenai batu batu ukuran besar yang tersusun. Diduga ini merupakan peninggalan sejarah," ujar Agung kepada wartawan, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Para pemuda desa yang melakukan kerja bakti tersebut selanjutnya bersama-sama menggali tanah di sekitar temuan tersebut. Hasilnya, mereka mendapati tumpukan batu bata ukuran besar yang terstruktur, mirip dengan bangunan fondasi gapura, dilansir dari Antara.

Ia menuturkan, temuan batu bata besar terstruktur yang diduga merupakan bangunan fondasi gapura tersebut memiliki tiga tumpukan.

"Bentuknya mirip gapura pada zaman dahulu. Atas temuan itu, kami langsung melapor ke kantor desa dan camat," ujar dia.

Pemerhati temuan sejarah dan purbakala asal Magetan Toned Suwartono mengatakan, lazimnya batu bata ukuran besar seperti itu digunakan untuk membangun bangunan pada zaman Kerajaan Mataram kuno atau Majapahit.

"Karena tidak ada tahun pembuatannya dan melihat dari bentuk batu bata yang besar, diperkirakan situs tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno atau Majapahit. Berusia antara 500 hingga 600 tahun yang lalu," kata Toned.

 

2 dari 3 halaman

Diduga Fondasi Gapura

Sementara, pihak Kecamatan Barat langsung menindaklanjuti temuan warganya tersebut dan sudah mengirimkan informasi ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto untuk meneliti dugaan temuan situs tersebut.

"Kami sudah mengabarkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan. Tujuannya untuk melihat apakah temuan ini hanya tumpukan batu bata biasa atau batu bata terstruktur yang ada nilai sejarahnya," ungkap Camat Barat Yok Sujarwadi.

Pihaknya membenarkan di Desa Panggung tersebut terdapat punden yang disebut oleh warga sekitar sebagai Punden Sentono.

Selain temuan tersebut, tidak jauh dari lokasi punden, juga ada tumpukan batu yang diduga merupakan fondasi gapura yang terbengkalai. Warga diminta untuk merawatnya hingga tim ahli dari BPCP datang melihat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini