Sukses

Cara Siswa demi Belajar Daring, Pakai HT hingga Cari Sinyal di Pemakaman

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan belajar daring saat pandemi COVID-19 menemui berbagai kendala. Hal itu mulai dari sinyal, kuota internet, hingga siswa yang tidak memiliki handphone dan laptop memadai untuk belajar daring atau dalam jaringan.

Kendala tersebut tidak menjadi alasan bagi guru dan siswa di daerah di Jawa Timur ini putus asa. Ada sejumlah hal dilakukan agar pembelajaran jarak jauh tetap dilakukan.

Salah satunya dilakukan siswa sekolah dasar negeri (SDN) di Madiun, Jawa Timur. SDN Balerejo 01, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur memanfaatkan alat komunikasi handy talky (HT) agar belajar mengajar tetap dilakukan. Satu unit pesawat HT digunakan untuk tiga anak.

Meski belajar bersama, mereka tetap memperhatikan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker dan jaga jarak. Para siswa mengaku senang belajar menggunakan HT, karena murah, dan tidak harus membeli kuota internet.

"Enak tidak memakai kuota, bisa bicara dengan guru sangat mudah," ujar Siswa Kelas 6, Rizky Ramadhan, seperti dikutip dari Liputan6, ditulis Rabu, (12/8/2020).

Sebelumnya, berbagai cara sudah dilakukan untuk pembelajaran siswa di tengah pandemi Covid-19, mulai menggunakan aplikasi video konferensi, hingga aplikasi pesan singkat media daring.

Namun, masih ada siswa yang ketinggalan pelajaran karena terkendala jaringan internet dan keterbatasan gawai.

"Siswa kelas 6, tidak banyak yang tidak punya hp, memang punya hp, pertama tapi terkadang mereka terkendala kuota, yang kedua, hp dibawa orangtua bekerja, kemudian ada juga yang karena mengandalkan wifi milik tetangga, seandainya itu tidak menyala, terjadi trouble, tertinggal pelajarannya," ujar Guru Kelas 6, Anifatul Maghfiroh.

2 dari 3 halaman

Siswa di Jombang Belajar di Area Pemakaman

Sementara itu, di Jombang, Jawa Timur, siswa terpaksa belajar di area pemakaman umum untuk mendapatkan sinyal internet. Kondisi tersebut dialami siswa di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur.

Tak hanya mengerjakan soal di atas nisan, mereka juga harus mencari dedaunan, sebagai alas duduk untuk mengerjakan soal. Siswa pun mengaku tidak takut untuk belajar di area pemakaman.

“Karena di rumah tidak ada sinyal, setiap hari ke sini, dan tidak takut,” ujar Salsa Bila, Siswa Kelas 6 SDN Sumberaji 2.

Proses belajar online ini juga memaksa para guru secara berkala memantau kondisi muridnya dengan mengunjungi rumah setiap muridnya.

Sejak pandemi COVID-19, proses pembelajaran para siswa, mengalami kendala. Para siswa dan guru berharap, pandemi COVID-19, segera berakhir, agar proses pembelajaran bisa berjalan normal dengan tatap muka.  "Karena cari sinyalnya jauh,” ujar Salsa.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini