Sukses

VIDEO: Siswa Belajar Bersama di Hutan Lumajang karena Susah Sinyal

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat enam orang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur ini, setiap pagi berangkat bersama menuju kawasan hutan damaran di desa setempat.

Bukan untuk bermain, melainkan untuk belajar bersama di alam terbuka bersama guru kelas mereka. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 2 September 2020.

Proses belajar mengajar tatap muka dengan sistem guru sambang ini terpaksa dilakukan, lantaran di daerah ini susah sinyal, untuk belajar daring.

Belum lagi sejumlah siswa ada yang tidak memiliki telepon pintar, sehingga bantuan kuota untuk belajar daring belum sepenuhnya bisa diterapkan.

Pihak sekolah sengaja memilih tempat di kawasan hutan untuk mendapatkan suasana baru dan siswa lebih semangat belajar. Setelah mendapatkan pelajaran, siswa bisa langsung melakukan observasi di alam.

"Pembelajaran daring ini mengalami beberapa kendala, karena sinyal yang kurang bagus dan anak-anak tidak mempunyai hp, oleh karena itu diadakan guru sambang ini, dengan tujuan mereka bisa menerima materi secara langsung, sehingga anak-anak bisa memahami pembelajaran Matematika dengan mudah," kata Mamik Setiawati, Kepala Sekolah SMPN Satu Atap.

Proses belajar dengan guru sambang ini dilakukan untuk seluruh tingkatan sekolah di wilayah ini. Setiap kelompok belajar, hanya terdiri dari lima hingga enam siswa. Dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah potensi penularan COVID-19.