Sukses

VIDEO: Warga Suku Tengger Tetap Rayakan Nyadran Saat Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Iring-iringan warga dan tetabuhan alat musik mengiri pelaksanaan tradisi ziarah kubur Suku Tengger di Desa Jetak, Kabupaten Probolinggo, lereng Gunung Bromo, Jawa Timur. Tradisi yang dikenal dengan istilah Nyadran ini, digelar menyambut perayaan Hari Raya Karo.

Tujuannya untuk mendoakan dan menghormati para leluhur yang telah terlebih dahulu menghadap Sang Kuasa. Berikut simak videonya pada Fokus, 12 September 2020.

Dipimpin oleh romo dukun pandita, Tradisi Nyadran berlangsung dalam sejumlah rangkaian. Mulai dari Pura Satya Dharma pasraman atau doa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Hingga dilanjutkan dengan berjalan ke pemakaman sambil membawa sesajen dan bunga.

Meski telah menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan cuci tangan. Namun, saat menggelar ritual uaran atau menebar uang logam, jaga jarak antar peserta pun terabaikan.

"Kebetulan sekarang ini, ada pandemi, jadi bukan kerumunan ini, kalau tidak ritual tidak kerumunan seperti ini, namanya penyakit itu tidak kelihatan, asal warga masyarakat itu pakai masker, terus cuci tangan pakai sabun, terus jaga jarak, itu yang sudah dilakukan warga masyarakat di sini," ujar Kermat, Kepala Desa Jetak.

Tradisi Nyadran yang telah mendarah daging, bagi Suku Tengger ini wajib dilestarikan, sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan Indonesia.