Sukses

VIDEO: Masa Karantina Massal Santri Ponpes Darussalam Berakhir

Liputan6.com, Jakarta - Selama 14 hari terisolasi, karantina massal pada klaster Ponpes Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur resmi dinyatakan selesai pada Sabtu sore.

Dari 624 santri yang dinyatakan positif COVID-19, hingga kini tercatat sudah ada 171 santri yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI terbaru, pasien COVID-19 yang sudah menjalani masa isolasi selama 14 hari tanpa gejala, secara otomatis sudah bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19. Berikut video pemberitaannya pada Liputan6, 14 September 2020.

Ditandai dengan pemberian bunga oleh Bupati Abdullah Azwar Anas kepada perwakilan petugas medis, dan relawan dapur umum, karantina massal pada klaster Ponpes Darussalam, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi ini resmi dinyatakan selesai pada Sabtu sore.

Hal ini menjadi ungkapan rasa terima kasih pemerintah daerah setempat, kepada para relawan, dan tenaga kesehatan. Dengan selesainya masa karantina massal ini, tugas para relawan dapur umum, juga resmi berakhir. Seluruh tenda-tenda di lapangan tak jauh dari ponpes juga dibongkar total.

Akses jalan radius 1 kilometer menuju arah ponpes yang sebelumnya sempat ditutup, kini juga sudah dibuka lagi untuk umum. Namun, sebelum meninggalkan dapur umum, seluruh relawan, baik dari BPBD, Tagana, Dinas Sosial, TNI dan Polri, hingga tenaga kesehatan wajib menjalani tes cepat COVID-19

Sementara itu, dari data Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dari 624 santri yang terkonfirmasi COVID-19, hingga kini sudah ada 171 santri yang dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI terbaru, seluruh santri terkonfirmasi COVID-19, yang sudah menjalani masa isolasi selama 14 hari tanpa gejala, secara otomatis sudah bisa dinyatakan sembuh dari COVID-19.

"Kita belajar banyak dari penanganan ini, bagaimana menangani jumlah santri yang sangat besar, dengan proses SOP yang cukup tinggi dan hari ini kita bisa menyelesaikan selama 14 hari, selama 14 hari ini seluruh daya upaya tenaga kesehatan Puskesmas kita gerakkan semua untuk penanganan di Pondok Pesantren Blokagung, mudah-mudahan setelah ini santri akan terus lebih bagus dan kita optimis, santri-santri akan segera sehat," ujar Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi.

Seperti diketahui, munculnya klaster Ponpes Darussalam ini terdeteksi, setelah empat santri di dalam ponpes terkonfirmasi positif COVID-19 pada pertengahan Agustus lalu. Penelusuran tim Satgas Penanganan Covid-19, munculnya klaster ponpes ini diduga berasal dari salah satu santri luar pulau, yang orangtuanya terkonfirmasi positif COVID-19.