Sukses

Take Away Modul untuk Siswa SMP Muhammadiyah 14 Surabaya, Mengapa?

Liputan6.com, Surabaya- SMP Muhammadiyah 14 Surabaya membagikan modul pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara langsung (take away). Alasannya, sekolah itu belum menerima bantuan kuota internet dari pemerintah.

Take away modul diberlakukan sejak 16 September 2020 sampai terealisasi bantuan kuota dari pemerintah.

“Pembagian modul sebagai solusi untuk mengatasi kendala fasilitas belajar maupun kuota internet sejak PJJ Maret 2020,” ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 14 Surabaya Mamik Rahayu, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2020).

Ia mengungkapkan selama ini belajar daring tidak semudah yang dibayangkan. Jangankan laptop, ponsel saja ada yang tak punya sehingga pendidik SMP Muhammadiyah 14 Surabaya mengajar ke rumah anak didik tersebut.

Kendala ini juga mengakibatkan jumlah peserta didik yang mengikuti PJJ semakin berkurang. Mamik mengungkapkan persentase ketidakhadiran berkurang hingga 20 persen.

"Faktor utama kali ini adalah ponsel yang mereka miliki tak lagi mampu untuk digunakan belajar, karena ponsel mereka bukanlah ponsel yang canggih layaknya tayangan sinetron," ujarnya.

Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 14 Surabaya bidang Kurikulum, Siti Sholichah menambahkan sebagai pelaporan tugas dari tayangan TV9 yang dilaksanakan serentak di Surabaya juga menjadi kurang terpantau dan tidak maksimal.

"Untuk melakukan pelaporan tugas ataupun sharing tugas dengan bapak/ibu guru menjadi terhambat. Kuota menjadi problem bagi anak didik di SMP Muhammadiyah 14 Surabaya," kata Siti.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: