Sukses

VIDEO: Kapolres Blitar Bubarkan Pertunjukan Wayang Tak Berizin

Liputan6.com, Jakarta - Inilah luapan emosi Kapolres Blitar saat membubarkan pertunjukan wayang kulit di salah satu kafe di Blitar, Jawa Timur, Selasa malam.

Kapolres marah, karena dalam acara ini terjadi kerumunan massa yang mengabaikan protokol kesehatan. Yang lebih disayangkan adalah, acara ini merupakan acara kolaborasi sosialisasi pencegahan COVID-19, dan Peraturan Bupati Nomor 40 tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Talun.

Bahkan sempat terjadi adu mulut, antara Camat Talun dengan Kapolres. Berikut pemberitaannya pada Liputan6, 17 September 2020.

Seyogyanya sebagai aparat pemerintah, memahami aturan protokol kesehatan dengan baik dan benar, bukan malah melanggar protokol kesehatan.

Polisi pun kemudian menutup kafe dan memasang garis polisi. Hal ini sesuai dengan penegakan Instruksi Presiden dan Pergub Jawa Timur, dengan sasaran area publik dan fasilitas umum, yang abai akan protokol kesehatan.

"Jadi tadi dari Camat Talun, melaksanakan pagelaran yang mana mereka tidak mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan tersebut, yang kedua, mereka tidak melaksanakan physical distancing, jaga jarak, tidak pakai masker, makanya tadi langsung kita bubarkan kita tutup," ujar AKBP Ahmad Fanani, Kapolres Blitar.

Selain itu, Kapolres juga menyatakan setiap kafe atau rumah makan yang melayani pembeli, diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Seperti aturan jaga jarak dan penyediaan hand sanitizer, jika hal tersebut tidak dipenuhi, akan ditutup.