Sukses

VIDEO: Pelajar SMP di Surabaya Daur Ulang Minyak Jelantah Jadi Sabun

Liputan6.com, Jakarta - Prihatin bahaya bagi kesehatan dan lingkungan, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP)  di Surabaya, Jawa Timur berhasil mendaur ulang limbah minyak jelantah sisa penggorengan, menjadi sabun cuci.

Proses pembuatannya pun mudah dan tidak butuh biaya mahal. Bagaimana prosesnya? Berikut liputannya pada Liputan6, 17 September 2020.

Davin Nayaka Manzila, siswa SMP Negeri 2 Surabaya berhasil menciptakan produk berguna, dari daur ulang minyak bekas atau yang biasa disebut dengan minyak jelantah.

Ia mendaur ulang minyak jelantah menjadi sabun. Proses pembuatannya cukup mudah, dan tidak butuh biaya banyak. Minyak jelantah sisa penggorengan direndam dalam ampas tebu, untuk menghilangkan kandungan lemak. Setelah direndam selama tiga hari, didapatkan minyak jelantah yang bersih.

Minyak jelantah yang sudah bersih, dicampur cairan kimia NaOH, kemudian diblender bersama dengan kayu manis sebagai pewangi. Setelah mengental, cairan dicetak, dan dibiarkan selama sebulan untuk menghilangkan kandungan NaOH.

Sementara untuk membuat sabun cair, caranya, sabun padat diparut, kemudian dipanaskan hingga mencair. Setelah dingin, cairan berubah menjadi mengental, dan dicampur air serta pewangi kemudian diblender. Sabun cair pun bisa dikemas dan digunakan.

Daur ulang minyak jelantah karya Davin ini belum bisa untuk sabun mandi, hanya bisa digunakan untuk mencuci tangan, mencuci piring, dan mencuci pakaian.

"Harapan saya, masyarakat makin sadar bahwa minyak jelantah ini sangat berdampak buruk bagi tubuh kita, yang kita konsumsi secara tidak langsung, dan berdampak bagi lingkungan kita," kata Davin, Pelajar Pembuat Sabun dari Minyak Jelantah.

Ide pembuatan sabun dari minyak jelantah ini, berawal dari banyaknya sisa minyak penggorengan yang dibuang, sehingga bisa mencemari lingkungan. Produk sabun daur ulang minyak jelantah yang diberi nama Samijel ini juga dijual secara online oleh Davin.