Sukses

Dana Hasil Razia Operasi Protokol Kesehatan Masuk Kas Daerah

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Harian Bupati Sidoarjo, Achmad Zaini menuturkan, dana yang terkumpul dari hasil razia yustisi protokol kesehatan akan masuk kas daerah.

"Mekanismenya adalah denda dari pelanggar akan dihimpun ke kejaksaan lalu disetorkan ke kas daerah. Selanjutnya dana tersebut dimasukkan ke rekening kas daerah di Bank Jatim. Nantinya dana ini bisa digunakan untuk belanja tidak terduga penanganan COVID-19," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Kamis, (24/9/2020).

Sementara itu, 733 orang mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran protokol kesehatan. Kegiatan itu berlangsung di gedung tenis GOR Sidoarjo, Jawa Timur.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji menuturkan, para pelanggar itu terjaring operasi yustisi protokol kesehatan di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. "Warga yang melanggar diwajibkan membayar denda Rp150 ribu atau kurungan tiga hari," tutur dia.

Ia menuturkan, sidang kali ini adalah sidang terjadwal yang dilakukan setiap hari Kamis kepada warga dan juga pengelola tempat usaha yang terjaring razia karena melanggar aturan protokol kesehatan.

"Warga yang melanggar diwajibkan membayar denda atau kurungan selama tiga hari. Ini merupakan hasil razia oleh petugas gabungan di 18 kecamatan sejak tanggal 14 September 2020," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Sanksi Denda Dinilai Efektif

Ia mengatakan, sanksi berupa denda administrasi dinilai sangat efektif mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

"Dulu kami pernah menerapkan berbagai bentuk sanksi sosial bagi pelanggar, namun gagal meningkatkan kedisiplinan warga. Sistem denda ini benar-benar efektif," ujar Sumardji.

Ia mengatakan, berdasarkan evaluasi, kian hari jumlah pelanggar semakin menurun, misalnya, saat ini semakin sulit menemukan warga yang tidak bermasker.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini